Gorontalo – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail resmi meluncurkan Dokumen Rencana Pengelolaan Ekosistem Mangrove yang dilaksanakan di Grand Ballroom Hotel Damhil pada Senin, 29 September 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai perangkat daerah, akademisi, Pakar dan pemangku kepentingan.
Gubernur Gorontalo menekankan betapa pentingnya peran mangrove, Terdapat tiga aspek utama yang berkaitan dengan pengelolaan mangrove berkelanjutan yakni lingkungan, pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.
“Hal pertama, aspek ekonomi, kedua, aspek ekologi, dan ketiga, aspek sosial budaya. Isu ini sangat strategis dan tidak dapat dianggap remeh. Meskipun kita belum merasakannya saat ini, dampaknya akan mulai terlihat dalam 5-10 tahun ke depan,” ujarnya.
Gubernur juga menyampaikan bahwa isu mangrove kini telah menjadi bagian dari geopolitik global, sehingga pengelolaannya harus menjadi perhatian serius.
“Mangrove adalah pilar dari Ekonomi Biru. Produk perikanan yang tidak mempertimbangkan aspek ekologi, terutama mangrove, akan kesulitan bersaing di pasar internasional” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan luas areal mangrove melebihi luas tambak, meskipun sektor tambak tetap dipertahankan sebagai sumber pendapatan daerah.
“Saya ingin kita bekerja berdasarkan data ini, dengan target agar luas areal mangrove lebih besar dibandingkan tambak. Sektor tambak juga tidak dapat diabaikan karena merupakan sumber pendapatan daerah. Tugas pemerintah adalah menjaga keseimbangan antara keduanya,” tegasnya.
Melalui dokumen ini, pemerintah berharap pengelolaan mangrove di Gorontalo dapat lebih terarah, menjaga keseimbangan ekologi, dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Reporter: Maya












