Untuk Indonesia

Tim Gabungan Sosialisasikan Jam Malam Kepada Masyarakat Kabupaten Gorontalo

Dulohupa.id-Tim gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, dinas perhubungan dan Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo menyosialisasikan terkait jam malam kepada masyarakat Kabupaten Gorontalo. Sosialisasi itu sendiri juga untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait maklumat Bupati Gorontalo.

Ada setidaknya tiga titik yang menjadi pusat sosialisasi tersebut, di antaranya wilayah Pakaya Tower Limboto, wilayah kantor DPD II Golkar, dan di kawasan Patung Berdoa di Kelurahan Hunggaluwa.

Sasarannya adalah para pedagang, baik pedagang buah, makanan, serta pos kampung tangguh. Maklumat ini pun juga disosialisasikan hingga ke tingkat kecamatan dan desa-desa, sebagai pelaksana yaitu Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta aparat desa.

IPDA Suprapto, Koordinator UKL 1 Aman Nusa Polres Gorontalo mengungkapkan, bahwa pembatasan aktivitas masyarakat di malam hari berguna menekan angka COVID-19 di Kabupaten Gorontalo.

Baca Juga:  Divonis 6 Bulan Penjara, Darwis: Masyarakat Boalemo Tetap Tenang

“Jadi sesuai dengan edaran maklumat Bupati Gorontalo maka kami  akan terus melakukan himbauan kepada para pedagang dan masyarakat agar menaati apa yang sudah tertuang di dalam Maklumat Bupati tersebut,” ungkap Suparto saat ditemui usai gelar sosialisasi, Kamis (11/02).

“Mengingat akhir-akhir ini juga penyebaran Covid-19 di wilayah kabupaten meningkat, jadi kita sampaikan sesuai edaran Maklumat Bupati pembatasan hanya berlaku mulai pukul 21.00 WITA hingga 04:00 WITA,” tambahannya.

Lebih lanjut kata Suprapto, apabila masyarakat tidak melaksanakan maklumat ini, aparat gabungan akan melakukan tindakan seperti penutupan lapak maupun sanksi lainnya.

“Usai sosialisasikan maklumat bupati, kemungkinan pekan depan kami tim gabungan akan melakukan tindakan tegas kepada masyarakat ataupun kepada para pedagang yang bersikeras untuk membuka lapaknya, contohnya menutup lapaknya dan memberikan sanksi lainnya,” pungkasnya.

Reporter: Fandiyanto Pou

Comments are closed.