Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Tidak Patuhi Aturan PSBB, Pedagang di Shopping Limboto di Tertibkan Petugas Gabungan

Dulohupa.id – Hingga dengan saat ini masih banyak warga yang tidak mentaati aturan yang diterapkan, dalam perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II di Provinsi Gorontalo, Khususnya di Shopping Limboto, Kabupaten Gorontalo (Kabgor). Buktinya hingga dengan pukul 22.00 Wita masih banyak warga yang membuka dagangannya meskipun telah melanggar waktu yang ditetapkan dalam PSBB tersebut.

Menindak lanjuti hal itu, petugas Satpol PP bersama TNI dan Polri, mendatangi pedagang pasar jajan di kompleks shopping center Limboto, juga beberapa pertokoan dan pedagang kaki lima lainnya yang ada di Kelurahan Kayubulan dan Hunggaluwa pada Jumat malam (22/05).

Mereka yang didatangi diperintahkan untuk segera menutup tempat dagangannya. Tidak sampai disitu, para pedagang kemudian dikumpulkan untuk diberikan pembinaan dan penjelasan ulang tentang aturan yang diterapkan dalam PSBB tahap 2 ini.

Kapolsek Limboto, Imran A.P mengatakan, Aturan PSBB, terakait pembatasan waktu,yakni dimulai dari pukul 06:00 sampai dengan 19:00 wita, pihak Polri maupun TNI terpaksa membubarkan pasar yang tetap buka sampai pukul 22:00, padahal di aturan PSBB sudah jelas bahwa aktivitas itu hanya sampai pukul 19:00 wita, tapi mereka tetap berjualan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Imran menjelaskan, selain membubarkan pasar Limboto yang tetap berjualan sampai malam hari , warung dan tempat makan yang buka juga dibubarkan, bahkan ada tokoh pakaian dan sepatu yang kami suruh tutup. Tercatat ada enam warung dan tempat makan dihimbau untuk segera menutup tempat jualannya.

“Kami akan melakukan penindakan tegas jika tetap masih berjualan diatas jam yang sudah diberlakukan,” jelasnya.

Sementara itu salah satu pedagang yang namanya enggan untuk disebutkan saat diwawancarai mengatakan, mewakili para pedagang dirinya mengharapkan kebijakan dari pemerintah untuk diberikan kelonggaran waktu hingga pukul 22.00 Wita, hanya untuk satu malam saja yakni pada malam lebaran saja. Pasalnya bagi mereka yang berada di pasar jajan buka dari pukul 16.00 wita, sehingga ketika pukul 19.00 Wita harus tutup, mereka hanya mendapatkan waktu 3 jam untuk melakukan penjualan.

“Dengan waktu yang begitu singkat kita akan dapat apa. Saat ini kita butuh pak. Kasihan anak-anak kami yang tidak tau menahu adanya corona ini. Yang pasti jika mereka minta harus dituruti,”ungkapnya. (Dade)