Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Tangani Kasus Pencurian, Seorang Pengacara di Gorontalo Diteror OTK

79
×

Tangani Kasus Pencurian, Seorang Pengacara di Gorontalo Diteror OTK

Sebarkan artikel ini
Rongki Ali Gobel, Pengacara Gorontalo saat melapor di Polsek Talaga.

DULOHUPA.ID – Salah satu pengacara Gorontalo Rongki Ali Gobel, mengaku mendapatkan teror dari Orang Tidak Dikenal (OTK). Teror itu terjadi sudah berlangsung kurang lebih dalam sepekan ini.

Rongki Ali Gobel saat diwawancarai menjelaskan, persoalan itu berumala saat dia sebagai kuasa hukum, dari Pembiayaan PT. SMS Finance Cabang Gorontalo.

“Teror ini muncul, ketika saya melakukan pendampingan hukum terhadap laporan kasus pencurian satu unit mobil, di gudang PT. SMS Finance. Kasus itu sudah proses penyidikan, dan pelaku meminta PT. SMS Finance bersama saya selaku kuasa hukum, untuk menarik laporan kasus pencurian itu,” ujarnya.

Diduga teror itu, terjadi pasca permintaan penarikan laporan, tidak dipenuhi pihak PT. SMS Finance. Teror itu awalnya, baru sebatas telepon dari terlapor.

“Awalnya saya di telpon terlapor kasus pencurian ini. Bahkan terlapor menyampaikan pada saya melalui telpon. Nanti baku lia dengan baku dapa torang Rongki,” ketusnya.

Lebih lanjut kata Rongki, usai mengatakan itu terlapor sampai dengan saat ini, sudah tidak menghubunginya lagi.

Namun tiba-tiba Senin, (29/7/2019) sekitar pukul 04.30 Wita, dini hari. Kaca mobil bagian kiri yang terparkir di garasi rumah milik korban, di lempari batu hingga pecah.

Akibat dari teror itu, Kepala PT. SMS Finance Cabang Gorontalo, sudah tidak berada di Gorontalo. “Karena sudah ketakutan, Kepala Finance sudah kembali ke kampung halamannya. Sudah beberapa hari ini juga, kantor PT. SMS Finance tutup,” bebernya.

“Teror dari orang tidak dikenal juga ini, sudah saya laporkan ke pihak Kepolisian Polsek Telaga. Karena bagi saya persoalan ini juga, melecehkan profesi pengacara,” bebernya.

Sementara itu Kapolsek Telaga Ipda Alwin Maku,¬† saat dikonfrimasi, membenarkan adanya laporan pengrusakan itu. “Benar ada laporan itu. Untuk saat ini masih dalam proses penyedilikan,” ujarnya. (***)