Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINE

Takziah Hari ke-7 Rachmat Gobel: Doa Kerinduan Dipanjatkan, Sosok Ketokohan Dikenangkan

×

Takziah Hari ke-7 Rachmat Gobel: Doa Kerinduan Dipanjatkan, Sosok Ketokohan Dikenangkan

Sebarkan artikel ini
Rachmat Gobel
Suasana Tahziah hari ke-7 Almarhum Rachmat Gobel yang digelar di halaman Tower DPW NasDem Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Sepekan sudah kepergian sosok Rachmat Gobel, tokoh Gorontalo yang dicintai masyarakat. Banyak doa terus dipanjatkan, meminta agar segala dosa diampunkan, dan segala kebaikan menjadi ladang amal untuknya.

Disudut kota, tepatnya di halaman Tower DPW NasDem Gorontalo, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, doa hari ke-7 almarhum Rachmat Gobel dilaksanakan. Ratusan masyarakat memenuhi lokasi itu. Panjatan doa, lantunan zikir, ceramah agama, tangisan kehilangan, duka mendalam menyelimuti takziah hari ke-7 ini.

Ketokohan almarhum Rachmat Gobel, terus dikenang dari bisik-bisik tutur kata yang keluar dari masyarakat yang ikut di doa takziah itu.

Meski telah tiada, Rachmat Gobel tetap menjadi panutan. Salah satu jamaah takziah, Erwinsyah Ismail menceritakan tentang sosok tokoh Gorontalo ini. Bagi dia, Rachmat Gobel merupakan panutan dan motivator.

“Beliau selalu menitipkan banyak pesan kepada kita generasi muda. Pak Rachmat Gobel itu anugerah bagi Gorontalo harusnya, tapi Allah berkehendak lain,” ujar Erwinsyah Ismail kepada awak media, usai pelaksanaan takziah pada Kamis malam (16/07/2026).

Menurut Erwin sapaan akrabnya, kedekatannya bersama almarhum sejak 2019 lalu. Dia menceritakan, di tahun itu Rachmat Gobel mengajak ayahnya (Gusnar Ismail) ke Jepang, dan alangkah terkejutnya, di momen itu Rachmat Gobel merayakan ulang tahun ayahnya. Bagi dia, disaat itu yang belum menjadi apa-apa, namun kehangatan almarhum ke keluarganya sangat menyentuh.

“Pak Rachmat Gobel ngajak bapak ke Jepang, dan pada saat itu pak Gusnar Ismail adalah masyarakat biasa bukan siapa-siapa, tapi diberikan kesempatan oleh pak Rachmat Gobel,” jelasnya.

“Dan yang paling membekas adalah, pak Rachmat Gobel merayakan ulang tahun pak Gusnar Ismail di Jepang, surprise, dan bahkan kami anak-anaknya belum pernah merayakan itu. Jadi, anak mana yang tidak tertekun hatinya melihat orang tuanya dimanusiakan oleh manusia yang lain,” lanjutnya.

Kata Erwin, sejak saat itulah, dirinya mulai menaruh perhatian lebih terhadap sosok tokoh Gorontalo ini. Bagi dia, Rachmat Gobel bukan sekedar politisi atau pembisnis hebat, namun sosok manusia luar biasa dengan segala kebaikan dan panutan bagi semua.

“Sampai saat ini (luar biasa sosok almarhum). Dan beberapa waktu lalu di pelantikan beliau di DPW, saya duduk dibelakang wakil ketua umum, saya diajak berubah warna, tapi saya bilang, saya cita-citanya ingin jadi Rachmat Gobel, ngak pengen jadi politisi siapapun,” ungkapnya.

Menurut Erwin, ia menjadi salah satu dari banyaknya orang yang kehilangan sosok Rachmat Gobel. Kata Erwin, di hampir setiap pertemuan dengan almarhum semasa hidup, Rachmat Gobel terus berpesan soal Gorontalo. Membangun Gorontalo tak memandang warna, kasta, siapapun dia, harus bersama membangun dan memajukan negeri tercinta ini.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, saat diwawancarai Marten Taha turut mengungkapkan rasa kehilangan itu. Menurutnya, kehilangan itu dirasakan oleh keluarga, kerabat, dan masyarakat itu sendiri.

Bahkan disampaikan, pelaksanaan doa arwah hari ke-7 ini berlangsung hampir disemua tempat, di Gorontalo, dikediaman almarhum di Jakarta, dilingkungan perusahaannya bahkan yang ada di Jepang pun melaksanakan kegiatan tersebut.

“Jadi dengan adanya berbagai aktivitas doa zikir takziah yang dilaksanakan oleh semua unsur ini, mengindikasikan bahwa pak Rachmat Gobel ini milik seluruh masyarakat, dan doa-doa yang dipanjatkan tentunya diharapkan untuk bisa meringankan langkah beliau semoga mendapat tempat yang mulia disisi Allah SWT,” ucap Marten.

Marten menceritakan, perkenalkannya sudah cukup lama sejak tahun 2003 silam. Bagi dia, sosok Rachmat Gobel merupakan pribadi yang luar biasa baik.

“Artinya, sosok Rachmat Gobel ini sangat ikhlas dalam setiap tindakan. Jadi beliau itu orang yang sangat ikhlas tulus, kalau ketika janji dia selalu tepati, dan orangnya sangat agamis sekali,” tandasnya.

Bahkan kata Marten, semasa hidup almarhum sering mengingatkan kepadanya dan kerabat lain untuk tak lupa melaksanakan ibadah.

“Apalagi di bulan Ramadhan, beliau yang mengimami kami disini, itu sholat tarawih itu ayat-ayat yang dia bawakan luar biasa panjang-panjang sekali. Jadi, akhlaknya sangat baik, orangnya agamawan, suka membantu orang, dan dalam setiap aktivitas dia itu tepat waktu,” kata Marten.

“Jadi sangat luar biasa pak Rachmat Gobel ini dimata saya, sehingga saya mengangap beliau itu menjadi seorang panutan, contoh tauladan yang patut dicontohi oleh semua orang,” sambungnya.

Reporter: Yayan