Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Waspada! BMKG: Musim Kemarau di Gorontalo Bisa 8 Bulan

×

Waspada! BMKG: Musim Kemarau di Gorontalo Bisa 8 Bulan

Sebarkan artikel ini
Kemarau Gorontalo 2026
BMKG Prediksi Gorontalo Akan Alami Kamarau Panjang. Foto: Ridhayansa/ Dulohupa.id

GORONTALO, Dulohupa.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Provinsi Gorontalo akan mengalami musim kemarau panjang pada 2026.

Hal tersebut disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi Kelas IV Gorontalo, Merpati Teodoris Nalle kepada awak media beberapa waktu lalu.

Kriteria Awal Musim Kemarau

Menurut Merpati, awal musim kemarau ditetapkan berdasarkan jumlah curah hujan per dasarian atau periode 10 hari.

“Musim kemarau itu biasanya kita tentukan kalau misalnya dalam 10 hari curah hujannya tidak mencapai 50 mm,” ujar Merpati.”

Jadi kalau misalnya dalam 10 harian ada hujan tapi kurang dari 50 mm dan diikuti oleh 2 dasarian berikutnya berturut-turut, maka kami menetapkan bahwa itu masuk musim kemarau karena curah hujannya kurang dari 50 mm,” lanjutnya.

Kemarau Maju karena El Niño

Merpati menjelaskan, dampak yang sering terjadi saat musim kemarau adalah curah hujan yang kurang ditambah pengaruh fenomena global. Menurutnya, musim kemarau di Gorontalo sedikit mengalami perubahan dan lebih awal.

“Antara musim kemarau ditambah dengan fenomena El Niño, makanya awal musim kemarau itu maju di Gorontalo sekitar satu dasarian rata-ratanya,” ungkapnya.

Wilayah Paling Panjang dan Paling Pendek

Lebih lanjut Merpati mengatakan, imbas lainnya adalah musim kemarau yang lebih panjang.”Dan juga nanti imbasnya dengan panjang musim kemarau itu sendiri. Dari kami prediksinya itu sekitar 11 sampai 25 dasarian,” ucapnya.

“Itu yang paling panjang musim kemaraunya, kami prediksi di sebagian kecil Boalemo dan bagian selatan yaitu Tilamuta dan Dulupi,” sambung Merpati.Sementara wilayah yang diprediksi paling pendek musim kemaraunya berada di sejumlah titik, di antaranya sebagian Boalemo, Pohuwato, dan Kota Gorontalo.

“Terus yang paling pendek yaitu di Suwawa bagian tengah, sebagian kecil Boalemo bagian barat laut, sebagian Bone Bolango bagian barat daya, sebagian kecil Boalemo, sebagian Gorontalo bagian selatan, seluruh Kota Gorontalo dan sebagian Pohuwato bagian selatan. Itu antara yang paling panjang dan paling pendek,” pungkasnya.

Bahkan menurutnya, dari prakiraan yang ada, wilayah Tilamuta dan Dulupi musim kemaraunya bisa mencapai awal tahun mendatang.”Dan yang paling panjang itu di daerah Tilamuta dan Dulupi itu sekitar 25 dasarian, sekitar 8 bulanan. Dan nanti prediksi kami bahwa daerah situ sampai awal tahun masih musim kemarau,” tutupnya.

Reporter: Ridhayansa

Editor  : Enda