DULOHUPA.ID, KOTA GORONTALO – Selasa (07/07/2026) jadi hari berbeda bagi Oma Hano Ma’ruf, 85 tahun.
Usai meletakkan batu pertama bedah rumah di Dembe I, Walikota Gorontalo Adhan Dambea tidak langsung pulang. Ia memilih melanjutkan perjalanan ke Kelurahan Tomulabutao, Kecamatan Dungingi.
Di sebuah rumah sederhana, Adhan menemukan pemandangan yang membuatnya langsung ambil tindakan: seorang lansia terbaring sakit, hidup seorang diri, tanpa anak, tanpa yang merawat. Sehari-hari dibantu tetangga.
“Tidak Boleh Ada Lagi Yang Terlantar”
Tanpa menunggu lama, Adhan memerintahkan Oma Hano segera dievakuasi ke Rumah Singgah di Sipatana.
“Di Kelurahan Tomulabutao ini, ibu sudah tidak ada yang merawat. Hidup sendiri. Ada rumahnya tapi terlantar,” ujar Adhan kepada awak media.
Keputusan itu bukan spontan. Bagi Adhan, ini amanat konstitusi.
“Fakir miskin dan anak terlantar wajib diurus negara. Ini tanggungjawab moral kami, sebagai Pemerintah Kota Gorontalo,” tegasnya.
Lebih dari itu, Adhan menyebut ini tanggung jawab sampai akhirat.
“Sejak awal saya dilantik saya sudah katakan, saya tidak ingin mendengar ada rakyat yang tidak makan. Ini tanggungjawab dunia akhirat untuk mengurus rakyat,” ucapnya.
Sambangi Opa Hasan, Tapi Tetap Awasi
Hari itu Adhan juga menyambangi Opa Hasan, 71 tahun di Molosipat U, Kecamatan Sipatana.
Berbeda dengan Oma Hano, Opa Hasan tidak dibawa ke rumah singgah karena masih ada keluarga yang merawat. Namun Pemkot memastikan kebutuhan dasarnya tetap terpenuhi.
“Sudah 71 tahun. Kita mau panggil ke rumah singgah juga tapi ada keluarganya yang merawat. Tapi dari PKH segala macam, makan minumnya difasilitasi,” jelas Adhan.
Dari 3 lansia yang dikunjungi hari itu — Oma Hano Bahu di Dembe I, Oma Hano Ma’ruf di Tomulabutao, dan Opa Hasan di Molosipat U — hanya Oma Hano Ma’ruf yang dievakuasi karena benar-benar tidak ada penanggung jawab.
Meski begitu, Adhan menegaskan Pemkot tidak akan melepas pengawasan.
“Semuanya tetap kita awasi,” pungkasnya.
Kini Oma Hano tidak lagi berjuang sendiri. Ada negara, ada pemerintah, yang hadir menjemput dan merawat.
Penulis: Ridhayansa











