Dulohupa.id – Kemungkinan terjadinya musim kemarau dengan interval waktu yang cukup panjang di Gorontalo, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo terus melakukan pemantauan di setiap wilayah.
Hal tersebut disampaikan Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Moh Tahir Laendeng kepada Dulohupa pada Rabu (15/07/2026). Menurutnya, sejak bulan kemarin BMKG telah memberikan peringatan soal potensi kemarau yang terjadi khususnya di wilayah Gorontalo.
“Ada titik-titik tertentu yang sejak pengalaman-pengalaman kemarin, seperti Tilamuta Dulupi, kalau di Kabupaten Gorontalo itu seperti Pulubala kemudian masuk ke daerah Paguyaman di wilayah Molohu dan sekitarnya,” ujar Tahir.
“Saya kira itu sering kena dampak, kemudian di wilayah Bone Bolango ini hampir sepanjang pantai itu selalu kena dampak kekeringan, dan sejumlah titik lain,” lanjutnya.
Menurut Tahir, pihak BPBD telah melakukan perencanaan terkait antisipasi dan pemantauan terhadap sejumlah titik-titik wilayah itu.
“Nah ini kita sudah melakukan perencanaannya bahwa titik-titik ini akan memang kita pantau terus,” ucapnya.
Kata Tahir, pemantauan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi, dan jika nantinya terjadi kondisi tertentu maka langsung dilakukan penanganan.
“Apabila ada potensi yang lebih meningkat, maka kami akan melakukan penanganan lebih khusus lagi,” pungkasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, dampak kemarau lain tak hanya kekeringan, namun juga soal kebakaran hutan dan lahan. Hal ini juga menjadi fokus BPBD dalam melakukan pemantauan di setiap wilayah.
“(dampak lain) Juga kebakaran, termasuk kebakaran hutan dan lahan, ini juga tiap hari kita pantau titik-titik panas itu dan kita kordinasikan ke wilayah bersangkutan,” ungkapnya.
Reporter: Yayan











