Untuk Indonesia

Setiap Desa di Kabupaten Gorontalo Akan Miliki Tim Desa Tangguh

Dulohupa.id- Setiap desa di Kabupaten Gorontalo nantinya akan segera memiliki tim Desa Tangguh. Hal itu seperti kata Sekertaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Hadijah U Tayeb dalam rapat pembahasan persiapan pembentukan Kampung Tangguh bersama Camat dan Satgas COVID-19 Kabupaten Gorontalo di Ruang Madani Kantor Bupati Gorontalo, Jumat (05/02).

Kata Hadijah, hal itu sebagai langkah untuk memutus rantai penyabaran COVID-19 di wilayah tersebut. Konsepnya adalah masyarakat agar bisa memiliki inisiatif mandiri dalam mengatasi penyebaran COVID-19 di wilayah desanya masing-masing.

“Ini dilakukan dalam mendorong masyarakat untuk berinisiatif mengatasi masalah secara mandiri dalam mencegah COVID-19 di Desa dan Kelurahan di wilayah Kabupaten Gorontalo. Karena berguna untuk memtuskan mata rantai COVID-19 saat ini,” ujar Hadijah.

Baca Juga:  Pemkab Pohuwato Kembali Batasi Aktivitas Warganya untuk Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19

Pihaknya kata Hadijah akan menyampaikan rekomendasi tersebut kepada Polda Gorontalo dan Polres setempat. Karena dalam membangun Desa Tangguh, butuh dukungan pihak kepolisian.

“Oleh karena itu, bagi pemerintah kecamatan dan desa, segera menindaklanjuti hal ini, sehingga pekan depan segera sudah terbentuk Tim Desa Tangguh,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Gorontalo, Sumanti Maku mengatakan, urgensi pembentukan desa tangguh adalah agar penanganan penderita COVID-19 dapat dilakukan dengan cepat.

“Maka tim Desa Tangguh ini yang akan mengawasi untuk diisolasi mandiri, sehingga penyakit tidak menular ke masyarakat yang ada di desa itu dan segala sesuatu segera disiapkan, sampai pasien dinyatakan sembuh,” ungkap Sumanti.

Baca Juga:  Lagi, 53 Guru di Gorontalo Positif COVID-19

Tim Desa Tangguh juga akan membuat posko-posko desa, bahkan relawan dari tim Desa Tangguh yang terdiri dari kepala desa, bhabinkamtibmas, babinsa, tenaga kesehatan dan tokoh – tokoh masyarakat setempat.

“Pendanaanya melalui dana desa sebagai mana instruksi dari Kemendagri RI, ada pos anggaran dalam pencegahan COVID-19, tentu juga harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing desa,” tutup Sumanti.

Reporter: Fandiyanto Pou

Comments are closed.