Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Selama Tiga Tahun, 12.300 Hektar Hutan dan Lahan di Gorontalo Direhabilitasi

×

Selama Tiga Tahun, 12.300 Hektar Hutan dan Lahan di Gorontalo Direhabilitasi

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id- Sedikitnya 12.300 hektare hutan dan lahan di Provinsi Gorontalo direhabilitas dengan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) oleh Balai Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Progam itu berjalan sejak 2019 hingga 2021 ini.

Adapun ribuan hektar hutan dan lahan itu terbagi di lima lokasi, yakni Kabupaten Gorontalo, Boalemo, Gorontalo Utara, Pohuwato, dan Bone Bolango. Jelang program berakhir pada Oktober mendatang, sedikitnya 11.890 hektar akan diserahkan ke Pemerintah Provinsi Gorontalo, sedangkan sisanya akan diserahkan ke pemangku kawasan konservasi. 

“Di program RHL yang berjalan tiga tahun ini berjalan baik. Adapun jenis tanaman yang ditanam adalah jenis tanaman tahunan seperti tanaman kayu dan tanaman buah-buahan,” ungkap Kepala BPDAS-HL Bone Bolango, Heru Permana saat ditemui Dulohupa.id meninjau program RHL di Desa Rumbia, Kabupaten Boalemo, Rabu (29/09) siang. 

“Jenis tanaman kayu yang ditanami itu antara lain, Nyato, Mahoni dan Gmelina. Sedangkan untuk buah-buahan yakni, Jambu Mete, Rambutan, Pala dan Durian,” tambah Heru. 

Heru pun berharap, hasil yang sudah dikerjakan oleh pihaknya itu bisa diterima dengan baik oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Selain itu juga bisa memberikan akses ke warga sekitar untuk mengelola dan memanfaatkan tanaman dengan baik. 

“Usai penyerahan nanti ada beberapa usulan lokasi-lokasi RHL kemungkinan akan dijadikan perhutanan sosial. Sehingga masyarakat bisa mengelolanya lewat skema hutan kemasyarakatan atau hutan desa, agar vegetasi yang sudah ditanam bisa bermanfaat dan lestari hutan terus terjaga,” jelasnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Mohamad Kris Wartabone mengatakan, ia sangat mengapresiasi dengan apa yang sudah dikerjakan oleh BPDAS-HL Bone Bolango. Karena, sudah menangani masalah lahan-lahan kritis di Gorontalo lewat program RHL ini.

“Sangat luar biasa kerja-kerja jajaran BPDAS-HL Bone Bolango ini, bahkan terinformasi dari seluruh Indonesia. Gorontalo termasuk salah satu daerah yang akan melaksanakan penyerahan tercepat pada bulan oktober nanti. Sehingga, kedepannya ketika sudah diserahkan ke pemerintah daerah, pengerjaan mereka ini akan jadi prioritas kami,” tutup Kris.

Reporter: Fandiyanto Pou