Dulohupa.id – Ratusan mahasiswa asal Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah yang menempuh pendidikan di Gorontalo terancam tidak bisa menggunakan hak pilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Dari keterangan seorang mahasiswa asal Banggai, Irfan Kahar, ia beserta rekan rekannya terancam tidak bisa menggunakan hak pilih dikarenakan tidak bisa balik ke daerah.
“Terkhususnya mahasiswa dari Bangkep yang berada di Provinsi Gorontalo, hari ini terancam tidak bisa balik ke daerah, karena nantinya tepat dihari pemungutan suara itu kami masih sementara menjalankan rutinitas sebagai mahasiswa,” ucap Irfan kepada Dulohupa, saat ditemui di Sekretariat Paguyuban KPMI-BANGKEP, Senin (15/01/2024).
Irfan yang merupakan Ketua Paguyuban tersebut menerangkan bahwa, mahasiswa asal Bangkep di Gorontalo berjumlah 200 lebih orang, dan hampir seluruhnya tidak bisa pulang untuk memilih.
Sementara itu, untuk soal pindah memilih di provinsi lain akan berakhir tepat hari ini (15/01/2024) pada pukul 23.59 Wita. Terkait pindah memilih, terdapat 9 kategori yang bisa melakukan pindah memilih, dan salah satunya yaitu sedang menempuh pendidikan menengah atau tinggi.
Menurut Irfan, masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui soal aturan pindah memilih, sehingga akan berdampak pada ketidakikutsertaan mereka pada penyelenggaraan Pemilu kali ini.
“Tapi saya akan mencoba mengkomunikasikan dengan pihak Pemda Bangkep, semoga ada alternatif bagi kami. Agar hak memilih kami dapat digunakan pada tanggal 14 Februari itu di daerah,” jelasnya lagi.
Reporter: Yayan











