Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Presiden BEM UNG Minta Polda Gorontalo Klarifikasi Penyerangan Polsek dan Tambang Ilegal di Pohuwato

Dulohupa.id – Klarifikasi Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Gorontalo terkait isu pembongkaran masjid di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, dinilai menimbulkan pertanyaan baru. Sebab tidak mengklarifikasi ataupun menjawab seluruh isi tuntutan massa aksi. Salah satunya terkait penyerangan Polsek Popayato Barat.

“Pasalnya, Polda Gorontalo hanya mengklarifikasi persoalan mesjid yang akan dibongkar. Namun, tidak mengklarifikasi masalah penyerangan dan penganiayaan terhadap Kapolsek Popayato Barat, yang diduga dilakukan sekelompok masyarakat,” kata Aldy Ibura, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Jumat (25/9)

Seharusnya kata Aldy, pihak polda juga mengklarifikasi terkait masalah tambang liar yang sudah menggunakan puluhan alat berat. Begitu juga dengan adanya oknum pejabat penegak hukum yang berada di belakang pelaku penambang liar.

“Harusnya masalah ini juga diklarifikasi,” tegas Aldy.

Yang ditakutkan kata Aldy, jangan sampai masyarakat beranggapan bahwa benar adanya aktivitas pertambangan ilegal, yang menggunakan alat berat dan keterlibatan pejabat penegak hukum. Karena masalah tersebut tidak diklarifikasi.

“Kami melihat dan menduga, biang dari kekacauan ini semua hanya berasal dari tambang liar yang sudah marak. Kami sarankan, hentikan saja aktivitas tambang liar yang sudah menimbulkan kegaduhan ini. Dengan sendirinya, semua informasi yang berkaitan dengan tambang ilegal, akan terhenti,” bebernya.

Dalam waktu dekat ini katanya, gerakan yang menamai diri Aliansi BEM Garis Lurus akan melakukan aksi besar-besaran terkait aktivitas tambang ilegal di Provinsi Gorontalo yang terkesan dibiarkan.

“Banyak tambang ilegal di Provinsi Gorontalo yang terkesan dibiarkan Polda Gorontalo beroperasi. Padahal, sudah sangat jelas merusak lingkungan dan mengakibatkan banjir. Melihat kondisi ini, kami dari BEM Garis Lurus akan melakukan aksi besar-besaran dan saat ini masih terus melakukan konsolidasi massa,” tegasnya.

Reporter: Mega
Editor  : Wawan Akuba