Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINE

Pengrajin Batu Bata Cuan di Musim Kemarau, Omzet Melonjak Dua Kali Lipat

×

Pengrajin Batu Bata Cuan di Musim Kemarau, Omzet Melonjak Dua Kali Lipat

Sebarkan artikel ini
Kemarau Batu Bata
Alan Anani, Pengrajin Batu Bata di Desa Pilohayanga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Momen musim kemarau tak hanya merugikan bagi banyak orang, tapi justru meraup untung fantastis. Seperti yang dirasakan para pengrajin batu bata di Desa Pilohayanga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.

Alan Anani, salah satu pengrajin batu bata mengatakan musim kemarau yang melanda Gorontalo ternyata menjadi angin segar yang dapat melipatgandakan omzet hingga dua kali lipat dibanding musim hujan.

Proses pengeringan yang jauh lebih cepat membuat kapasitas produksi batu bata meroket tajam. Jika pada musim hujan produksi tersendat dan hanya mampu menembus angka 10.000 biji dalam sebulan, kini di musim kemarau angka produksi melonjak drastis hingga mencapai 20.000 biji. Bahkan untuk mencapai 20.000 biji bata terkadang tak sampai sebulan.

“Lebih bagus musim kemarau. Kalau musim hujan dia lama di putaran uang,” ujar Alan, Senin (03/8/2026).

Tak hanya produksi yang meroket, keuntungan bersih yang dikantongi pun ikut melambung. Harga jual di lokasi dibanderol Rp 900 per biji, sedangkan untuk pengantaran mencapai Rp1.000.000 per 1.000 biji batu bata.

Dari penjualan tersebut, pundi-pundi rupiah yang didapat meningkat drastis hingga dua kali lipat, dengan keuntungan bersih mencapai Rp200.000 per 1.000 biji.

Meskipun di tengah kemarau, Alan mengatakan untuk pembakaran batu bata dilakukan sore hingga malam hari dan harus lebih berhati-hati.

“Torang (kami) tidak berani bakar batu bata pada pagi dan siang hari, karena anginnya keras di musim kemarau ini. Jadi kita pilih sore atau malam untuk membakarnya,” pungkas Alan.

Reporter: Pino