Gorontalo – Aktivitas usaha di sektor hiburan malam dan perhotelan di Kota Gorontalo mendapat perhatian Pemerintah Kota Gorontalo. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Gorontalo, Dandy Datau, mengingatkan para pengusaha agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga memperhatikan dampak kegiatan usaha terhadap kehidupan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Dandy dalam pertemuan bersama sejumlah pengusaha tempat hiburan malam dan perhotelan. Pertemuan itu membahas pentingnya kepatuhan terhadap regulasi serta keterlibatan dunia usaha dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di daerah.
Dandy menekankan, setiap pengelola usaha wajib memastikan seluruh kegiatan yang berlangsung di tempat mereka sesuai dengan ketentuan hukum, perizinan, dan standar operasional yang berlaku.
Menurutnya, pengusaha harus memiliki tanggung jawab dalam mengawasi aktivitas yang difasilitasi di tempat usaha masing-masing. Jangan sampai fasilitas bisnis justru dimanfaatkan untuk kegiatan yang mengandung unsur pelanggaran hukum atau berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum.
Ia turut meminta pengusaha lebih cermat dalam menerima berbagai kegiatan, termasuk kegiatan yang melibatkan komunitas LGBT, dengan tetap berpedoman pada ketentuan hukum. Penilaian terhadap suatu kegiatan, kata dia, harus didasarkan pada ada atau tidaknya pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.
“Pelaku usaha memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa tempat usaha yang dikelola tidak menjadi ruang bagi kegiatan yang melanggar hukum, mengganggu ketertiban umum, ataupun menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dandy menjelaskan, pemerintah daerah pada prinsipnya terbuka terhadap perkembangan investasi dan pertumbuhan sektor usaha. Namun, seluruh aktivitas ekonomi harus tetap memperhatikan regulasi serta nilai-nilai sosial dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Gorontalo.
Ia juga mengingatkan bahwa menjaga stabilitas daerah bukan hanya tugas pemerintah dan aparat keamanan. Para pengusaha memiliki peran strategis karena aktivitas usaha mereka bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Melalui pertemuan tersebut, Kesbangpol Kota Gorontalo berharap terbangun kesadaran bersama bahwa keberhasilan dunia usaha tidak hanya diukur dari perkembangan bisnis, tetapi juga dari kontribusinya dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis.
Dandy kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak bermaksud membatasi investasi maupun aktivitas ekonomi. Namun, kepatuhan terhadap aturan dan tanggung jawab menjaga kondusivitas daerah harus menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha.
“Usaha silakan berkembang, investasi silakan berjalan, tetapi tanggung jawab terhadap ketertiban dan kondusivitas daerah tidak boleh diabaikan,” pungkasnya.











