Dulohupa.id – Kebakaran yang melanda kawasan Jalan Diponegoro, Kota Gorontalo, menghanguskan sejumlah bangunan yang sebagian di antaranya digunakan sebagai gudang penyimpanan barang dagangan, Selasa (03/11/2026).
Material berbahan plastik dan berbagai barang kebutuhan sehari-hari yang tersimpan di dalam bangunan diduga menjadi salah satu faktor yang membuat api mudah merambat.
Sedikitnya empat bangunan rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Bangunan yang terbakar diketahui memiliki fungsi berbeda, mulai dari tempat tinggal hingga rumah lama yang dialihfungsikan sebagai tempat penyimpanan barang.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Kota Gorontalo, Muhamad Lutfi, mengatakan pihaknya menerima informasi kebakaran sekitar pukul 09.00 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran menuju lokasi.
Menurut Lutfi, proses penanganan berlangsung selama kurang lebih tiga hingga empat jam. Petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api dan melanjutkan penanganan dengan melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Informasi pertama kita terima itu sekitar jam 09.00 lewat, ada kebakaran rumah di Jalan Diponegoro. Langsung kita tindak lanjuti dengan mengerahkan tiga unit mobil Damkar Kota,” ungkap Lutfi.
Ia menjelaskan, kondisi bangunan yang sebagian difungsikan sebagai gudang penyimpanan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Sejumlah barang yang tersimpan di dalamnya berupa perlengkapan rumah tangga dan barang kelontong, termasuk peralatan berbahan plastik yang mudah terbakar.
“Ada empat rumah. Sebagian rumah tua yang difungsikan sebagai gudang, ada yang memang untuk tinggal. Ada barang-barang kebutuhan harian, panci-panci, barang kelontong, begitu. Itu yang mudah terbakar, terutama barang-barang plastik,” jelasnya.
Di tengah upaya menjinakkan api, petugas juga sempat menghadapi kendala keterbatasan pasokan air. Kondisi tersebut membuat tim harus mencari alternatif sumber air agar proses pemadaman tetap berjalan.
Lutfi menyebutkan, petugas kemudian memanfaatkan saluran air terdekat untuk memenuhi kebutuhan suplai air selama operasi berlangsung.
“Kendala tadi pertama suplai airnya kita kurang, tapi setelah difungsikan peralatan yang ada, kita mengambil sumber air terdekat, ada saluran air, nah itu kita fungsikan,” ujarnya.
Penanganan kebakaran tersebut juga melibatkan sejumlah unsur gabungan. Selain personel Damkar Kota Gorontalo, bantuan datang dari Damkar Kabupaten Bone Bolango, Palang Merah Indonesia (PMI), TNI, Polri, unsur Karhutla, hingga kendaraan Water Cannon.
Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk mempercepat pengendalian api sekaligus mendukung kelancaran proses penanganan di lokasi kejadian.
Hingga proses pemadaman dan pendinginan berlangsung, penyebab pasti kebakaran masih dalam pemeriksaan pihak berwenang. Identifikasi lebih lanjut juga diperlukan untuk mengetahui asal mula api serta besaran kerugian akibat peristiwa tersebut.
Reporter: Pino











