Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialKABAR DESAPEMKOT GORONTALO

Pemkot Gorontalo Bakal Tambah 10.000 Peserta Jamsostek

32
×

Pemkot Gorontalo Bakal Tambah 10.000 Peserta Jamsostek

Sebarkan artikel ini
Peserta Jamsostek
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha dan Sekda Kota Gorontalo, Ismail Madjid saat mengikuti rapat koordinasi monitoring dan evaluasi program jaminan sosial Ketenagakerjaan di Manado. Foto: Diskominfo

Dulohupa.id – Sebagai upaya dalam memberi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) kepada masyarakat Kota Gorontalo, Pemerintah Kota (Pemkot) bakal menambah jumlah kepesertaan melalui APBD sebanyak 10.000 orang.

Hal ini untuk mendukung mendukung program jaminan sosial bagi masyarakat pekerja informal rentan di Kota Gorontalo. Pemerintah daerah Kota Gorontalo telah mengeluarkan peraturan Wali Kota Nomor 13 tahun 2013 tentang program jaminan sosial Ketenagakerjaan bagi tenaga penunjang kegiatan daerah, P3K dan pekerja informal serta beberapa regulasi lain yang mendukung program jaminan sosial Ketenagakerjaan.

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha mengungkapkan bahwa hingga saat peserta jaminan sosial Ketenagakerjaan yang dibayarkan oleh pemerintah melalui APBD telah berjumlah 17.188 orang. Dimana terdiri dari 2.650 tenaga non ASN TPKD dan Guru Honorer, 500 pengurus RT/RW, 672 pekerja keagamaan serta 3.366 ASN dan 10.000 pekerja informal rentan yang tersebar di wilayah Kota Gorontalo.

“Disamping itu ada juga yang ikut secara mandiri atau dibayarkan oleh perusahaan swasta tempat dia bekerja. Khusus untuk yang kita bayarkan melalui APBD Kota Gorontalo sudah berjumlah 17.188 orang dalam tahun 2023 dan setiap tahun itu meningkat. Ini saya akan tambah lagi sebanyak 10.000 peserta lewat APBD perubahan tahun 2023, sehingga nanti totalnya akan jadi 27.188 orang peserta yang akan menikmati jaminan sosial Ketenagakerjaan yang akan melindungi mereka dari risiko kerja,” Ungkap Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, Kamis (07/09/2023).