Dulohupa.id – Di Galeri 24 Pegadaian Gorontalo pernah terjadi panic buying atau pembelian emas secara berlebihan. Tercatat sekitar bulan Maret hingga Mei 2025, pembelian emas hampir 10 kilogram untuk yang tunai terjual.
Saat diwawancarai awak media, Pimpinan Wilayah Pegadaian Kantor V Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku Utara dan Papua (SulutTengGo Malut Papua), Pratikno mengatakan kondisi panic buying bisa saja terulang pada tahun akan datang, namun dengan ketentuan.
“Bahwa panic buying kemungkinan bisa saja terjadi dengan catatan harga rally-nya cukup ekstrim,” ujar Pratikno usai mengisi kegiatan Ngobrol Santai (Ngobras) bersama awak media pada Kamis lalu di Yulia Hotel Kota Gorontalo.
Lebih lanjut Pratikno menjelaskan sejumlah faktor mempengaruhi hal tersebut diantaranya kondisi politik ekonomi global hingga pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
“Dan itu bisa saja terjadi, tergantung dengan kondisi politik ekonomi global, kemudian nilai tukar terhadap rupiah-US Dolar, banyak faktor yang mempengaruhi. Tapi kemungkinan itu bisa saja terjadi,” lanjutnya.
Sehingganya menurut Pratikno, pihaknya terus mendorong soal edukasi literasi keuangan terhadap masyarakat, hal ini bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan emas sebagai penjaga nilai atau menjaga kekayaan dari inflasi.
“Menyimpan emas bertujuan menjaga nilai kekayaan dari inflasi, bukan untuk keuntungan sesaat. Emas bukan instrumen trading, melainkan pelindung nilai,” tutupnya.
Reporter: Yayan











