Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMPROV GORONTALO

NTP Gorontalo Naik Jadi 121,85, Angka Kemiskinan Turun ke 12,16% Data BPS Agustus 2026

×

NTP Gorontalo Naik Jadi 121,85, Angka Kemiskinan Turun ke 12,16% Data BPS Agustus 2026

Sebarkan artikel ini
ntp-gorontalo-12185-bps-2026ntp-gorontalo-12185-bps-2026
Perkembangan angka kemiskinan Provinsi Gorontalo Maret 2018 - Maret 2026

Dulohupa.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah kembali menorehkan prestasi. Capaian ini menjadi kado istimewa bagi masyarakat Gorontalo menjelang HUT RI ke-81.

Data terbaru Badan Pusat Statistik yang dirilis 5 Agustus 2026 menunjukkan peningkatan sejumlah indikator penting pembangunan di Gorontalo.

Untuk kesekian kalinya, Indeks Nilai Tukar Petani atau NTP Gorontalo kembali mengalami peningkatan. Kini berada di angka 121,85. Angka di atas 100 ini menunjukkan bahwa sektor pertanian sebagai salah satu program unggulan Gusnar-Idah tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani melalui peningkatan pendapatan di sektor pertanian.

Indikator penting lainnya, angka kemiskinan juga menunjukkan perbaikan. Per Maret 2026, angka kemiskinan di Gorontalo turun menjadi 12,16%. Capaian ini lebih baik dibandingkan September 2025 yang berada di angka 12,62%. Artinya dalam kurun waktu 6 bulan, jumlah penduduk miskin di Gorontalo berkurang lebih dari 5.000 orang.

Yang menarik, penurunan jumlah penduduk miskin ini terjadi di tengah kenaikan rata-rata garis kemiskinan. Sehingga bisa diasumsikan, penurunan jumlah penduduk miskin akan lebih besar lagi jika garis kemiskinan tidak mengalami kenaikan.

Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Dr. Wahyudin Katili menjelaskan, stabilnya penurunan angka kemiskinan juga dibarengi dengan berkurangnya jumlah penduduk miskin ekstrem yang kini makin mendekati garis kemiskinan.

“Fenomena inilah yang senantiasa dianalisa dan dicermati dengan baik untuk diintervensi oleh program yang fokus, tepat dan terukur di tengah keterbatasan anggaran,” ungkap Wahyudin, Jumat 7 Agustus 2026.

Menurutnya, banyak faktor yang mendukung capaian ini. Mulai dari upaya mandiri masyarakat, sinergi dengan pemangku kepentingan ekonomi, optimalisasi intervensi usaha ekonomi skala kecil, tumbuhnya sektor jasa perdagangan, hingga beberapa bentuk hilirisasi produk pertanian, meskipun dalam jumlah yang masih terbatas.

Capaian NTP yang naik dan kemiskinan yang turun ini menjadi bukti bahwa program-program unggulan di bawah komando Gusnar-Idah mulai berjalan dan dinikmati langsung oleh masyarakat, khususnya para petani di Gorontalo.