Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Nelson Launching Penerapan NP Baru Transportasi Darat di Kabupaten Gorontalo

Dulohupa.id– Pemerintah Kabupaten Gorontalo melaunching program NP Baru (Norma Perilaku Baru) di bidang transportasi darat, di wilayah Kabupaten Gorontalo. Salah satu program penunjang penerapan new normal ini, nantinya akan diterapkan di seluruh objek transportasi darat yang ada di Kabupaten Gorontalo.

Dihadiri sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, program NP Baru diresmikan langsung oleh Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, jumat (19/6). Dalam sambutannya, Nelson Pomalingo mengatakan, launching NP baru adalah salah satu upaya pemerintah agar kehidupan masyarakat bisa bebas namun tetap bertanggung jawab.

“Kita hari ini tidak tahu kapan Covid akan berakhir, apakah kita akan terus terkukung seperti yang lalu berada di rumah terus, tidak bisa ke pasar, masjid dsb, termasuk juga dibatasi trsnsportasi. Kita ini makhluk yang cerdas masa kalah dengan corona, maka cara kita adalah dengan melaksanakan norma perilaku baru,”terangnya.

Olehnya menurut Nelson, ditengah pandemic Covid-19 saat ini, aspek Kesehatan dan Ekonomi adalah dua hal yang sangat penting. Olehnya, kedua aspek penting ini harus bisa berjalan beriringan.

“Oleh karena itu new normal atau norma perilaku baru sudah kita rumuskan secara konseptual dan ini sudah dibicarakan di tingkat forkopimda, dan regulasinya, juknis persektor juga kita keluarkan,” tambahnya.

Nelson juga berharap, dalam menghadapi adaptasi norma perilaku baru atau new normal kedepan, aspek kesehatan tetaplah menjadi prioritas utama, namun tanpa mengesampingkan aspek ekonomi.

“Harapan saya norma perilaku baru kita selalu bersih, tertib dan produktif.  Maka transportasi seperti ini tetap jalan dengan baik tetapi norma-norma tadi benar-benar kita jalankan,”Harpannya

Semntara itu ditemui usai Launcing, Kepala Dinas Perhubungan Ruslan Tatu, mengatakan, Launcing ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga terutama pengguna transportasi umum untuk menitikberatkan pelayanan preventif tanpa harus mengabaikan protokol kesehatan.

“Diperlukan keterlibatan aktif secara terus menerus komponen masyarakat. Untuk itu perlu adanya sebuah gerakan untuk mendorong masyarakat untuk berperilaku hidup sehat,” Tandasnya. (Dade)