Scroll Untuk Lanjut Membaca
KAB. GORONTALO

Minim Anggaran, BNN Kabupaten Gorontalo Nol Tangkapan di Tahun 2023

90
×

Minim Anggaran, BNN Kabupaten Gorontalo Nol Tangkapan di Tahun 2023

Sebarkan artikel ini
BNN Kabupaten Gorontalo
BNN Kabupaten Gorontalo saat menggelar Press Release akhir tahun 2023. foto/Herman Abdullah

Dulohupa.id – Minimnya Anggaran yang ada di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gorontalo menyebut nol tangkapan dalam kasus penyalahgunaan Narkoba di tahun 2023.

Hal itu diutarakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BNN Kabupaten Gorontalo, Abdul Karim D Engahu saat melakukan konferensi pers akhir tahun 2023 di kantor BNN, Rabu (27/12/2023).

“Di BNN Kabupaten Gorontalo itu rata-rata tidak punya anggaran untuk pemberantasan. Itu harus diketahui ya,” Ungkap Abdul Karim Engahu.

Sehingga kata Abdul Karim, berapa jumlah kasus yang ditangani atau adanya penangkapan langsung ditangani BNN Provinsi Gorontalo.

“Kasus yang ditangani kita itu hanya kasus kerjasama dengan BNNP Gorontalo. Itu pun hanya satu dan itu adalah pengembangan dari BNNP,” jelasnya.

Baca Juga: Selama 2023, BNNP Gorontalo Tetapkan 14 Tersangka Penyalahgunaan Narkotika

Ia menyatakan pemberantasan hingga pada berapa jumlah kasus yang ditangani BNN Kabupaten Gorontalo berbeda dengan kasus kasus lain. Dirinya mencontohkan seperti kasus pencurian.

Dirinya mengibaratkan seperti mencari orang yang tidak diketahui keberadaannya. Kalau kasus lain, walau dengan keterbatasan anggaran masih bisa dilakukan proses penyelidikannya.

“Ini tidak sama dengan kasus pidana lain. Contohnya pencurian. Kalau ini harus butuh anggaran. Karena ini mencari tahu orang yang kita tidak tahu sama sekali. Olehnya ini perlu namanya anggaran. Kalau tidak ada anggaran bagaimana kita mendapatkan orang,” ujar Abdul Karim.

Memang kata dia, ada strategi-strategi lain untuk menangani kasus, tapi tidak sesuai diharapkan. Sehingga perlu anggaran sebagai pendukung kerja.

“Jadi perlu anggaran. Kalau tidak ada anggaran, bagaimana kita mendapatkan orang. Kalau hanya sekedar informasi susah,” tandas Abdul Karim Engahu.

Reporter: Herman Abdullah
banner