Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPOHUWATO

BNN Pohuwato Rehabilitasi 13 Orang Penyalahgunaan Narkotika 

73
×

BNN Pohuwato Rehabilitasi 13 Orang Penyalahgunaan Narkotika 

Sebarkan artikel ini
Rehabilitasi Narkotika
Kantor Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pohuwato.foto: Hendrik Gani

Dulohupa.idBadan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pohuwato sepanjang tahun 2023 telah melakukan rehabilitasi kepada 13 orang yang terseret kasus penyalahgunaan narkotika.

Kepala BNN Pohuwato, Yusuf Potale melalui Sekretaris BNK, Yuyun Patuna menjelaskan, dari 13 masyarakat yang direhabilitasi itu merupakan putusan pengadilan. Putusan pengadilan sendiri ada dua yaitu, hukuman badan dan rawat jalan atau rehabilitasi. Disamping menjalankan hukuman penjara, para pelaku penyalahgunaan narkotika itu kemudian melakukan masa rehabilitasi di BNK Pohuwato.

“Jadi sepanjang tahun 2023 ini ada 13 orang penyalahgunaan narkotika yang sudah kita rehabilitasi. Rata-rata penyalahgunaan narkotika jenis sabu,” Jelas Yuyun Patuna saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (28/12/2023).

Baca Juga: Minim Anggaran, BNN Kabupaten Gorontalo Nol Tangkapan di Tahun 2023

Sementara Sekretaris BNN Pohuwato, Yuyun Patuna sendiri mengaku bahwa pihaknya baru bisa melakukan tindakan rehabilitasi terhadap setiap orang yang melakukan tindakan penyalahgunaan narkotika. Sebab kata dia yang memiliki kewenangan untuk menetapkan tersangka pihak kepolisian. Dan proses rehabilitasi yang dilakukan BNK Pohuwato sendiri ada tiga yaitu, hasil putusan, sukarela, dan razia.

“Kita tidak bisa melakukan penetapan tersangka kepada para pelaku tindak penyalahgunaan narkotika. Yang bisa itu hanya pihak kepolisian. Jadi setelah ditetapkan sebagai tersangka dan setelah penetapan putusan di pengadilan, maka kita bisa melakukan rawat jalan atau rehabilitasi sesuai putusan pengadilan,” Ungkapnya.

Tak hanya itu, dirinya mengaku, dari 13 orang yang menjalani rehabilitasi dua diantaranya merupakan sukarela, yang artinya dua orang tersebut datang sendiri untuk mengobati dirinya dengan cara direhabilitasi.

“Jadi dari 13 orang itu ada dua diantaranya dengan sukarela datang meminta untuk dilakukan tindakan rehabilitasi. Dan itu kita lakukan, sehingga jumlah seluruh ada 13 orang,” Ujarnya.

Masa rehabilitasi yang dilakukan itu juga tergantung putusan dokter yang menangani. Jadi jika sudah bersih kata dokter maka proses rehabilitasi tersebut juga selesai.

“Jadi ada delapan kali pertemuan dengan dokter. Disitu ada tindakan yang dilakukan agar tubuh mereka bersih dari narotika. Delapan kali itu minimal. Dan setiap yang direhabilitasi itu paling banyak lewat dari delapan kali pertemuan. Setelah dikatakan dokter mereka bersih dari narkotika maka kita BNK juga selesai melakukan rehabilitasi terhadap orang yang terlibat kasus penyalahgunaan narokita itu,” Ucapnya.

Reporter: Hendrik Gani
banner