Scroll Untuk Lanjut Membaca
DPRD Kota Gorontalo

Me’eraji, Tradisi Gorontalo yang Mulai Dilupakan Generasi Muda

×

Me’eraji, Tradisi Gorontalo yang Mulai Dilupakan Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
me'eraji
Sekretaris DPRD Kota Gorontalo, Nurahman Rais Monoarfa saat menghadiri acara Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443, Minggu (28/2/2022) (F. Reinaldi Julfirman Saleh/ Dulohupa.id)

Dulohupa.id– Sekretaris DPRD Kota Gorontalo Nurahman Rais Monoarfa mengajak masyarakat Gorontalo, khususnya kaum muda untuk belajar dan melestarikan budaya me’eraji saat peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Ditemui usai menghadiri acara peringatan Isra Mi’raj yang berlangsung di masjid agung baiturahim Kota Gorontalo, Nurahman menyesalkan peran aktif generasi muda yang kurang peduli dalam melestarikan tradisi, khususnya tradisi Me’eraji saat perayaan isra mi’raj. Padahal menurutnya, peran generasi muda sangat penting dalam pelestarian tradisi ataupupn budaya dalam satu daerah.

“Budaya ini sudah ada sejak nenek moyang kita dan kita sudah seharusnya melestarikan ini. Di era modernisasi saat ini memang sulit mendapati anak muda yang ingin belajar tradisi Me’eraji,” ujarnya.

Lebih lanjut Nurahman mengungkapkan, anak muda saat ini lebih tertarik terhadap budaya barat yang cenderung mengarah pada modernisasi. Menurutnya, hal itu tidak ada salahnya, namun tetap tidak melupakan budaya daerah sendiri.

“Kecenderungan anak muda yang lebih tertarik dengan tradisi barat mengancam masa depan tradisi budaya daerah. Untuk itu perlu adanya kesedaran dari para kaum muda dalam melestarikan budaya,” ungkap Nurahman.

Me’eraji merupakan tradisi turun temurun yang dilaksanakan oleh para pemangku agama dan para imam masjid dalam setiap peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Tradisi Me’eraji merupakan syair yang menceritakan perjalan Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan bahasa Gorontalo.

Reporter: Reinaldi Julfirman Saleh