Scroll Untuk Lanjut Membaca
DAERAHGORONTALOPERISTIWA

Massa Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Bundaran Saronde Berakhir Kecewa

×

Massa Aksi Tolak UU Cipta Kerja di Bundaran Saronde Berakhir Kecewa

Sebarkan artikel ini
Aksi Tolak Cipta Kerja
Massa aksi yang masih bertahan hingga pukul 19.24 Wita untuk menunggu kehadiran Anggota DPRD dan Penjabat Gubernur Gorontalo. Foto: Kris/Dulohupa

Dulohupa.id – Aksi Unjuk Rasa Penolakan Peraturan Penganti Undang-undang Cipta Kerja oleh Aliansi BEM se Gorontalo dan Organisasi kepemudaan di Bundaran Saronde berakhir dengan rasa kekecewaan dari para masa aksi.

Setelah melakukan aksi unjuk rasa dengan menyampaikan orasi Penolakan atas disahkannya perpu cipta kerja, massa meminta agar Anggota DPRD dan Penjabat Gubernur Provinsi Gorontalo dapat hadir ditengah-tengah masa aksi. Namun hingga unjuk rasa hendak dibubarkan oleh petugas kepolisian pada pukul 19.24 Wita, permintaan massa aksi tak kunjung dipenuhi.

Setelah melakukan negosiasi dan komunikasi dengan pihak kepolisian, namun para anggota dewan dan Penjabat Gubernur tak kunjung hadir dan menemui masa aksi. Hal tersebut lantas membuat seluruh masa aksi merasa kecewa, namun suasana unjuk rasa tetap dalam keadaan kondusif.

“Dari aksi tadi, kami dari aliansi Buruh bersama rakyat untuk hulondalo dengan gabungan dari beberapa kampus di Gorontalo dan organisasi intra dan ekstra sangat kecewa dengan DPRD provinsi dengan DPR RI perwakilan dari Gorontalo juga penjabat gubernur Gorontalo karena tidak mengindahkan permintaan kami untuk datang menemui masa aksi dan menjawab Tuntutan dari kami masa aksi,” Pungkas Dimas Onto yang merupakan ketua Forum Pemuda Gorontalo, Selasa (11/04/2023).

Dimas menegaskan bahwa aksi yang dilaksanakan hari ini belum selesai dan akan berlanjut serta akan melaksanakan aksi lanjutan sampai mendapatkan hasil dan jawaban dari tuntutan dan aspirasi yang mereka sampaikan.

Hal serupa juga turut diungkapkan oleh Jendral Lapangan, Rahmad Dandi, dimana dirinya sangat menyayangkan karna capaian dari masa aksi tidak terpenuhi mulai dari tidak datangnya 3 unsur yang di maksud seperti DPRD Provinsi Gorontalo, DPR RI perwakilan dari Gorontalo dan pejabat Gubernur Gorontalo.

“Amat disayangkan padahal terinformasi Mereka semua berada di kediamannya masing-masing, bahkan sampai membuka komunikasi dengan pihak kepolisian namun hasilnya nihil. Kalau tidak mau menemui rakyat lebih baik jangan jadi wakil rakyat. Perjuangan masih panjang kami akan kembali dengan lebih kuat lagi,” Tegas Rahmad.

Reporter: Kris