Dulohupa.id – Wali Kota Gorontalo, Marten Taha menegaskan kepada seluruh sekolah di Kota Gorontalo untuk melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sesuai dengan pedoman dan panduan, serta tidak adanya tindak perpeloncoan terhadap peserta didik.
Pelaksanaan MPLS se Kota Gorontalo tahun 2023 kini mulai dilaksanakan oleh sekolah-sekolah di Wilayah Kota Gorontalo. Marten Taha menilai bahwa pelaksanaan MPLS merupakan ajang untuk melatih kesiapan dan ketahanan mental, disiplin dan mempererat tali persaudaraan dilingkungan sekolah baik sesama peserta didik maupun tenaga pengajar.
“Dapat dikatakan bahwa pelaksanaan MPLS kepada calon peserta didik ini sangat penting dan diperlukan agar tercinta kondisi pembelajaran yang kondusif dan tidak ada kekakuan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran maupun ekstra kurikuler. Anak-anak ini nanti diharapkan siap mental dan fisik dalam menghadapi hal baru di jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” Jelas Walikota Gorontalo, Marten Taha (17/07/2023).
Seiring diberlakukannya kurikulum merdeka dalam satuan pendidikan, Marten Taha juga memerintahkan kepada Dinas Pendidikan Kota Gorontalo untuk memaksimalkan implementasi kurikulum merdeka tersebut. Para peserta didik diharapkan dapat membuka seluas-luasnya cara pandang dan pola pikir untuk mewujudkan dan mengimplementasikan kurikulum yang ada.
“Saya terus mengikuti update langkah-langkah strategik yang dilakukan oleh dinas pendidikan Kota Gorontalo dan juga seluruh satuan pendidikan di wilayah Kota Gorontalo. Disisi lain kita juga menjadi daerah pertama yang terpilih untuk melaksanakan program sekolah penggerak,” Ujar Marten.
Program sekolah penggerak diketahui telah berjalan sejak tahun 2019 silam, dimana Kota Gorontalo telah memiliki sekolah penggerak sebanyak 7 pendidikan anak usia dini, 15 di sekolah dasar dan sebanyak 6 di sekolah tingkat pertama.
Disamping itu, Marten Taha juga berharap agar seluruh orang tua siswa senantiasa membangun sinergitas dengan pihak sekolah untuk mewujudkan proses pembelajaran yang maksimal dan kondusifit. Sehingga para tenaga pendidik diharapkan dapat membuka ruang kepada orang tua siswa untuk bisa membangun proses yang kolaboratif.
“Terakhir saya menegaskan agar MPLS dilaksanakan sesuai dengan pedoman dan panduan serta hindari hal-hal yang bersifat perpeloncoan dikalangan calon peserta didik. Para guru dan orang tua harus senantiasa siaga dan awas terhadap hal-hal yang timbul diluar koridor dan rambu-rambu MPLS,” Tegas Marten Taha.
Reporter: Kris











