Dulohupa.id – Juru Bicara tim kuasa hukum pasangan calon (Paslon) Bupati dan wakil bupati Bone Bolango, Ismet Mile – Risman Tolingguhu (IRIS), Fanly Katili menegaskan bahwa pasangan IRIS tidak pernah melakukan manipulasi data hasil survei dari Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia.
Pasangan IRIS juga tidak pernah menggunakan Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia untuk melakukan survei.
Fanly bilang, pasangan IRIS justru mendapatkan data hasil survei tersebut dari seseorang yang mengaku dari Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia.
Fanka Menjelaskan, berawal dari seseorang yang mengaku pihak indikator datang menawarkan diri untuk menyampaikan survey tersebut. Salah satu orang yang mengaku pihak indikator itu juga sudah mengklarifikasi hal itu bersama Tim Pemenangan IRIS.
“Data itu dipaparkan oleh seseorang yang mengaku dari indikator, di hadapan paslon IRIS, kami punya bukti foto dan video saat pemaparan hasil survei tersebut,” ungkap Fanly kepada media, Kamis (17/10/2024).
“Intinya hasil ini tidak kami manipulasi atau kami bohongi, yang namanya pemalsuan itu kalau A diganti C. Kami tim IRIS kembali menegaskan itu,” tegasnya.
Fanly menambahkan, dirinya juga tak segan-segan akan melaporkan beberapa oknum yang sengaja menuding IRIS menyebarkan informasi bohong atau manipulasi soal survei tersebut.
Sebelumnya beredar foto slide hasil survei untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bone Bolango yang mencatut nama Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia menjadi perbincangan publik di Gorontalo.
Dalam slide itu menampilkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bone Bolango Ismet Mile dan Risman Tolingguhu di rurutan pertama dengan presentase 31,1 persen. Kemudian urutan kedua pasangan Amran Mustapa dan Irwan Mamesah di angka 20,2 persen.
Sementara Merlan Uloli dan Syamsu Botutihe di urutan ketiga dengan persentase 18,2 persen, sedangan Ishak Ntoma dan Usman Hulopi di urutan terakhir dengan persentase pemilih 9,0 persen. Responden yang memilih tidak tahu atau tidak jawab (TT/TJ) 21,5 persen.
Direktur Indikator Politik Indonesia Prof Burhanuddin Muhtadi dalam akun instagramnya @burhanuddinmuhtadi menanggapi hasil survei yang beredar luas di pemberitaan dan media sosial tersebut.
Burhanuddin menegaskan, lembaga survei Indikator jadi korban pemalsuan survei di Kabupaten Bone Bolango. Ia menyebut, lembaga Indikator melakukan survei terakhir pada bulan Agustus 2024 sebelum penetapan Pasangan Calon, bukan di Bulan September.
“Kembali @indikatorcoid jadi korban pemalsuan survei. Kali ini terjadi di Kabupaten Bone Bolango. Modusnya salah satu kubu menyebar slide palsu dengan mengatasnamakan Indikator Politik Indonesia baik di medsos maupun media lokal. Padahal survei terakhir Indikator terakhir kalinya disana bulan Agustus 2024 sebelum penetapan paslon. Itupun hasilnya berbeda dengan hasil survei yang diklaim dari Indikator yg dilakukan pada September 2024,” tulis akun @burhanuddinmuhtadi dalam postingannya.
Redaksi











