Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Kementerian LHK Berdayakan Ribuan Masyarakat di Gorontalo Melalui Program Padat Karya Penanaman Mangrove

Dulohupa.idKementrian Lingkungan Hidup dan kehutanan Repoblik Indonesia (KLHK) melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Bone Bolango, memberdayakan 1114 masyarakat dalam program penanaman mangrove di tiga Kubupaten di Gorontalo; Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Gorontalo Utara.

“Jadi ini merupakan salah satu kegiatan padat karya yang melibatkan 60 kelompok (masyarakat). Ada 1114 orang yang akan dilibatkan dalam kegiatan penanaman mangrove,” kata Heru Permana, Kepala BPDASHL Bone Bolango, saat diwawancarai di Desa Iludulunga, Gorontalo Utara, Selasa (6/10).

Kata Heru, bahwa kegiatan tersebut adalah program dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), untuk memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Sebab menurut dia, banyak masyarakat yang sengsara akibat COVID-19 mewabah.

“Program padat karya ini menjadi stimulus ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya di pesisir. (Ini) juga terkait dengan penyelamatan mangrove,”

Kata Heru, ada setidaknya 3,3 juta hektar lahan mangrove di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 600 ribuaan hektarnya dalam kondisi kritis. Kendati, manfaat mangrove untuk ekosistem itu sangat vital. Di Gorontalo sendiri, target padat karya penanaman RHL mangrove ada setidaknya 650 hektar mangrove. Rinciannya, 404 hektar di Pohuwato, 185 hektar di Gorontalo Utara, dan 61 hektar di Boalemo.

“Mangrove berfungsi banyak sebagai habitat ekosistem. Bagi kepiting, bagi ikan, bagi burung, dan satwa. Dan juga sebagai mitigasi bencana. juga (Mangorve itu) bisa menahan air laut ke daratan,”

Adapun kata Heru, kegiatan padat karya ini pelaksanaanya akan dilakukan selama tiga bulan. Yaitu hingga Desember 2020, dengan dana sepenuhnya akan dikelola oleh kelompok masyarakat.

Sementara itu, masyarakat Desa Iludulunga yang diwawancarai di lokasi mengungkapkan, bahwa memang program yang dilakukan oleh BPDASHL tersebut sangat membantu perekonomian mereka.

“Alhamdulillah program penanaman mangrove yang dilaksanakan BPDASHL bisa menambah penghasilan masyarakat. (Dapat menjadi) pemulihan ekonomi dampak COVID-19, penduduk di sini,” kata Rence Jiu

Reporter: Mega
Editor  : Wawan Akuba