Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWA

Karyawan Perumda Tirta Limutu Protes Pembagian THR Tidak Sesuai

951
×

Karyawan Perumda Tirta Limutu Protes Pembagian THR Tidak Sesuai

Sebarkan artikel ini
THR Karyawan
Perusahaan Air Minum Daerah (Perumda) Tirta Limutu Kabupaten Gorontalo. (Dok: Dulohupa)

Dulohupa.id – Pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Limutu Kabupaten Gorontalo menuai protes oleh sejumlah karyawannya.

Bentuk protes yang kerap dilakukan Sukrin Ismail alias Jamal karyawan Perumda Tirta Limutu yakni dengan menutup pintu masuk pagar di Instalasi Pengelolaan Air (IPA) yang ada di Kelurahan Bionga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

“Saya tutup pintu pagar. Saya tidak takut. Kalau dikeluarkan dari kantor pun saya siap,” tegas Jamal saat di temui di kawasan IPA.

Lebih lanjut Jamal mengatakan, ini sebagai peringatan buat pihak Perumda Tirta Limutu. Karena mereka pihak perumda hanya membayarkan THR karyawan tidak berkesesuaian.

“Yang lain ini juga protes. Tapi mereka takut dan ada juga yang munafik. Kalau saya baku ambor pun jadi, saya tidak takut,” kata Jamal.

Jamal menuturkan bahwa THR yang ia terima tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jamal yang sudah kurang lebih 10 tahun bekerja di Perumda Tirta Limutu, di tahun ini dirinya menerima THR Rp 1.380.000.

“Nanti ini beda. Tahun kemarin bayarnya sesuai dengan gaji. Tapi ini beda. Bahkan ada yang hanya menerima dibawah dari Rp 1.000.000,” jelas Jamal.

Begitu pula karyawan lainnya. Terdapat beberapa karyawan yang memang protes terhadap pembagian THR yang tidak sesuai itu. Namun apalah daya kata mereka. Mereka takut dengan berbagai ancaman seperti pemecatan dan lain sebagainya oleh pihak Perumda Tirta Limutu.

Dua orang lainnya yang enggan disebutkan namanya menyampaikan meraka juga bernasib sama. Masing-masing hanya menerima THR Rp 500.000 dengan lama kerja 5 tahun  dan Rp 1.174.000 lama kerja 11 tahun.

“Mau protes saya apa. Kapasitas saya apa. Hanya karyawan biasa. Mau bagaimana lagi. Jadi saya hanya terima-terima saja,” ungkap karyawan itu.

Terpisah Direktur Perumda Tirta Limutu, Rivo Hiola saat dikonfirmasi terkait pemberian THR karyawannya mengaku bahwa apa yang telah ia berikan itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Sesuai ketentuan yang berlaku. Cuman kita masih 50 persen. Ikut Pemda. Sisanya di bulan berikut,” kata Rivo Hiola.

Rivo kemudian menerangkan ketentuan yang ia berlakukan itu ialah pembayaran THR nya berdasarkan upah gaji pokok per bulan. Namun tergantung pemasukan yang ada di Perumda. Kalau tidak mencukupi, maka dilakukan dua kali pembayaran.

“Itu sudah pernah kita berlakukan di dua tahun sebelumnya. Waktu jaman Covid-19. Sesuai kemampuan perusahaan,” jelasnya.

Namun setelah kemudian ditanyakan apakah ada jaminan pembayaran full terhadap THR tersebut dirinya tidak bisa menjawab dan hanya mengatakan bahwa nanti sisanya akan dibayarkan.

“Insyaallah. Nanti kita akan bayar sebelum lebaran idul adha,” kata Rivo Hiola.

Diketahui, berdasarkan surat edaran (SE) Bupati Gorontalo nomor: 560/Nakertrans/101/2023 tentang pemberian THR keagamaan tahun 2023 bagi pekerja/buruh di Kabupaten Gorontalo diatur pada poin dua dan poin tujuh yakni, besaran THR keagamaan diberikan sebagai berikut:
1. Bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih, di berikan sebesar 1 bulan upah.
2. Bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus tapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai perhitungan. Selanjutnya poin tujuh, THR wajib dibayarkan secara penuh dan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Reporter: Herman Abdullah

banner