Untuk Indonesia

Ini Kronologi Pembunuhan Istri Oleh Mantan Suami

Dulohupa.idKronologi pembunuhan istri oleh mantan suami di Kelurahan Leato Utara , Kota Gorontalo terungkap. Pelaku ternyata sempat menginap di rumah salah seorang keluarga korban, sebelum kemudian menghabisi nyawa sang mantan istri.

Masni Musa (54) kakak korban (Fitriyanti Musa,red) menuturkan, peristiwa berdarah ini terjadi sekira pukul 14.00 wita, di rumah korban, di Kelurahan Leato Utara, Kota Gorontalo. Pelakunya adalah AR Alias Amri (50), Warga Manado, Sulawesi Utara yang merupakan mantan suami pertama adiknya (Korban,red).

Sebelum persitiwa ini terjadi, Masni mengungkapkan, Pelaku tiba di Gorontalo selasa (12/1). Saat itu, Pelaku datang ke rumah Masni dengan maksud mengajak Fajar (Anak hasil perkawinan AR dan Korban,red) untuk ikut bersamanya.

Namun saat itu, Fajar meminta sang ayah untuk menunggu hingga Mei 2020, Karena masih menunggu ijazah sekolahnya yang di serahkan oleh pihak sekolah. Pelaku kemudian mengiyakan permintaan sang anak.

“Saat itu tidak ada gelagat mencurigakan yang di perlihatkan oleh pelaku, Bahkan saya sempat menjamunya kopi dan kue untuk sarapan,” ujar Marni.

Setelah itu, AR Kemudian berpamitan kepada Masni untuk kemudian pulang ke Padang (Tempat kelahiran pelaku,red). Tapi pada sore harinya, AR tiba-tiba menghubungi korban dan mengaku tertipu pembelian tiket pulang ke Padang, dan mengajak korban untuk bertemu dirinya di salah satu tempat perbelanjaan di Gorontalo.

“AR bersama korban dan suami korban sempat makan malam di Karsa Utama, Waktu itu saya sempat ikut, Karena khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Tapi ternyata di sana (Karsa Utama,red) pelaku terlihat biasa-biasa saja, bahkan terkesan akrab dengan korban maupun suami korban,” tambahnya.

Sebelum Kejadian, Pelaku Sempat Menginap di Rumah Kakak Korban

Masni juga mengungkapkan, Setelah makan malam bersama, AR meminta ijin untuk menginap di rumah Masni karena mengaku sudah tidak punya uang dan akan pulang ke padang pada hari sabtu (16/1). Saat itu, Masni mengaku tidak menaruh curiga terhadap gelagat pelaku.

“Pelaku itu bahkan sempat sholat jumat dengan suami saya di Masjid dekat rumah saya. Bahkan, adik saya (Korban,red) sempat memasak untuk pelaku sebagai bekal perjalanan nanti,” ujarnya.

Sekira pukul 14.00 wita, pelaku meminta Masni untuk mengantarkan dirinya ke rumah mantan istrinya (Korban,red). Alasannya ingin melihat kondisi rumah korban bersama suami barunya itu. Masni yang mengaku tidak melihat gelagat yang tidak baik dari pelaku, akhirnya mengiyakan permintaan pelaku.

“Sampai di sana, Pelaku dan korban bersama sang suami sempat duduk bersama, Tapi tiba-tiba saat sedang ngobrol, Pelaku langsung menyerang suami korban (Nasir Bahsoan,red) dengan pisau yang saat itu ternyata tersembunyi di balik jaket pelaku,” ujar Masni.

Pelaku dan suami korban kemudian terlibat adu jotos. Sementara Fitriyanti mencoba untuk menyelamatkan sang suami. Sedangkan Marni langsung berlari keluar untuk meminta pertolongan warga lain.

Tak lama kemudian, sejumlah warga akhirnya berlarian ke lokasi kejadian, untuk menyelamatkan para korban. Namun terlambat, Fitriyanti sudah tergelatak tak berdaya dengan sejumlah luka bacokan di bagian dada, tangan dan sejumlah bagian tubuh lainnya. Tak berbeda dnegan Fitriyanti, Suaminya Nasir Bahsoan juga mengalami sejumlah luka bacok yang di lakukan oleh pelaku.

“Adik saya sudah tidak tertolong lagi, Karena kehilangan banyak darah,” ujar Masni dengan derai air mata.

Hingga saat ini, kasus pembunuhan sadis ini tengah dalam penanganan pihak kepolisian. Fitriyanti Umar di nyatakan meninggal dunia. Sedangkan Nasir Bahsoan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Alui Sabu, Kota Gorontalo.

 

Reporter: Yusuf Konoli

Comments are closed.