Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Harga Cabai Terus Naik, Ini Penjelasan Disperindag Bone Bolango

×

Harga Cabai Terus Naik, Ini Penjelasan Disperindag Bone Bolango

Sebarkan artikel ini
Bahan pangan di Pasar Sore Mutiara/Faisal Husuna

Dulohupa.id- Kepala Seksi Standarisasi dan Perlindungan Konsumen, Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Perindag UMKM) Bone Bolango, Sunarti Subu menjelaskan, bahwa sudah dua minggu memasuki akhir tahun terjadi kenaikan harga cabai yang signifikan. 

“Dua minggu terakhir ini cabai rawit, terus cabai keriting harganya naik. Tapi cabai rawit yang signifikan,” jelasnya

Katanya, awalnya harga cabai rawit tersebut hanya berkisar pada harga Rp 40 ribu perkilo, lalu naik jadi Rp. 60 ribu per kilo, dan pada hari ini,  Senin (13/12/21), kata dia sudah tembus di harga Rp 80 ribu perkilo. 

“Dari harga Rp 40 ribu, per kilo naik Rp 60 ribu, dan hari ini naik Rp 80 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, penyebab kenaikan harga cabai rawit tersebut akibat dari dua hal. Pertama karena sudah mendekati Hari Raya Natal yang jatuh pada 25 Desember 2021 nanti. Kedua karena dipengaruhi oleh musim hujan. 

“Biasanya cabai-cabai itu, kan kalau menjelang Natal begini (naik harganya) tapi juga dipengaruhi oleh musim-musim hujan kan. Musim hujan juga itu mempengaruhi stok” ucapnya.

“Tapi yang berpengaruh itu, biasanya menjelang Natal itu,” tambahnya.

Karena itu kata dia, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Perindag Provinsi Gorontalo, jika terdapat kenaikan harga tersebut. Agar pihak di perindag provinsi bisa melakukan operasi di pasar dan juga mengintervensi terhadap kenaikan harga tersebut. 

“Kita setiap harinya cek harga,  dan jika setiap ada kenaikan harga seperti ini kita koordinasi dengan pihak provinsi. Biasanya provinsi ada anggaran, untuk mengintervensi harganya,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini memang hanya harga cabai rawit dan minyak goreng yang mengalami kenaikan harga. Selebihnya masih sesuai standar. Minyak goreng sendiri, masih bertahan pada kisaran harga Rp 20 ribu per liter. Kenaikan harga tersebut kata Sunarti telah berlangsung selama tiga bulan terakhir ini. 

“Per liter Rp 20 ribu untuk minyak curah, dan minyak kemasan bimoli per liternya sekarang Rp 20 ribu juga,” tandas dia. 

“Cuman itu yang (naik), yang lainnya standar,” tutupnya.

Reporter: Faisal Husuna