Boalemo – Peningkatan kapasitas dan pengetahuan petani menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mendorong sektor pertanian yang lebih produktif dan berdaya saing. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Jelajah Nusantara: Belajar dan Berbagi dari Sahabat untuk Petani yang digelar PT East West Seed Indonesia (EWINDO) melalui brand Cap Panah Merah.
Kegiatan yang berlangsung di lahan pertanian milik Riston Djafar, Desa Kuala Lumpur, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Kamis (5/11/2026), dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, perwakilan Pemerintah Kabupaten Boalemo, jajaran EWINDO, serta sejumlah petani setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Idah menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan produktivitas petani di Desa Kuala Lumpur. Ia menilai pengembangan sektor pertanian dan perikanan secara terintegrasi di wilayah tersebut menunjukkan potensi besar yang dapat terus dikembangkan.
Menurutnya, kondisi tanaman yang tetap tumbuh subur meskipun kegiatan berlangsung di tengah cuaca panas menjadi gambaran positif atas upaya masyarakat dalam mengelola potensi sumber daya lokal.
Idah juga menyambut baik kehadiran program Jelajah Nusantara yang dinilai dapat menjadi sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan antara pelaku usaha pertanian dengan petani di daerah.
“Saya menyambut baik pelaksanaan Jelajah Nusantara ini. Meskipun programnya dilaksanakan dari Aceh hingga berbagai daerah lainnya di Indonesia, saya berharap Gorontalo juga terus menjadi bagian dari kegiatan yang memberikan manfaat bagi petani. Tentunya, jangan lupa mengundang saya kembali pada kegiatan berikutnya,” kata Idah.
Sementara itu, Ketua ASM Sulawesi, Maluku, dan Papua, Katon Fajar Setiawan menjelaskan, Jelajah Nusantara merupakan program nasional yang menjangkau petani dari Aceh hingga Papua. Untuk wilayah regional Sulawesi, Maluku, dan Papua, Gorontalo menjadi lokasi ketiga setelah Maluku dan Sulawesi Tengah.
Katon mengatakan, pemilihan Gorontalo tidak terlepas dari besarnya potensi pengembangan hortikultura, khususnya komoditas cabai rawit yang banyak dibudidayakan masyarakat.
Ia menyebutkan, EWINDO hingga saat ini telah menghasilkan sekitar 290 varietas benih untuk mendukung kebutuhan dan peningkatan produktivitas petani.
“Kami melihat potensi hortikultura di Gorontalo masih sangat besar. Karena itu, kami hadir untuk berbagi pengetahuan sekaligus memberikan pendampingan kepada petani, mulai dari pemilihan benih, penggunaan pupuk hingga pestisida, agar hasil panen lebih maksimal dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik,” ujar Katon.
Selain berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi petani untuk melihat langsung praktik budidaya tanaman di lahan percontohan. Lahan milik Riston Djafar dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memperlihatkan pertumbuhan tanaman yang baik meskipun menghadapi musim kemarau dengan kondisi cuaca cukup ekstrem.
Katon turut mengapresiasi Riston Djafar beserta keluarga yang telah memberikan dukungan dengan menyediakan lahan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.
Melalui program ini, sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan benih, dan petani diharapkan semakin kuat. Pertukaran pengalaman serta penerapan teknologi budidaya yang tepat diharapkan dapat membantu petani menghadapi tantangan pertanian, meningkatkan hasil produksi hortikultura, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat di Gorontalo.











