Dulohupa.id – Pola musim kemarau tahun 2026 mulai memasuki fase peralihan di wilayah Gorontalo. Secara nasional, puncak kemarau diprediksi berlangsung pada rentang Agustus hingga September.
Dari keterangan Forecaster On Duty (Prakirawan Cuaca yang sedang dalam jam tugas) saat dikonfirmasi Dulohupa pada Jumat (18/9/2026) mengungkapkan bahwa secara spesifik di Gorontalo, musim kering telah dimulai sejak Juni atau Juli, dengan puncaknya terjadi pada periode Agustus–September di sejumlah zona wilayah.
“Secara nasional, puncak kemarau 2026 diprediksi terjadi pada Agustus hingga September,” tulis Forecaster On Duty melalui Whatsapp.
“Untuk spesifik musim kemarau di Gorontalo telah diprediksi mulai masuk pada Juni atau Juli dengan puncak kemarau terjadi pada Agustus hingga September pada beberap Zona Wilaya,” lanjutnya.
Memasuki pertengahan September ini, kondisi cuaca menunjukkan bahwa wilayah Gorontalo kemungkinan besar sudah berada di ujung fase puncak kemarau, sebelum akhirnya beralih menuju masa transisi atau peralihan musim pada bulan Oktober hingga awal November mendatang.
“Jadi pertengahan September ini kemungkinan besar sudah berada di ujung fase puncak menuju masa transisi di bulan Oktober-November awal,” jelasnya dalam keterangan tertulis.
Meski begitu, masyarakat tetap diimbau tetap waspada meski fase puncak mulai mereda. Kondisi tanah yang masih kering berpotensi memicu kebakaran jika tidak berhati-hati, sementara masa pancaroba nanti biasanya membawa perubahan cuaca yang cepat dan tak menentu. Warga diharapkan terus memantau informasi resmi cuaca guna menyesuaikan kegiatan sehari-hari.
Reporter: Yayan











