Dulohupa.id – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai membuka ruang baru bagi dunia usaha untuk memperluas kemitraan hingga ke tingkat desa. Peluang tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam dialog Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) bersama Kadin kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo yang mengangkat tema Masa Depan Pengusaha Indonesia Kadin Kini dan Nanti, Minggu, (20/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Musyawarah Provinsi (Musprov) V Kadin Gorontalo. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Keanggotaan, Widiyanto Saputro mengatakan keberadaan KDMP perlu dilihat tidak hanya dari sisi kelembagaan koperasi, tetapi juga dari potensi aktivitas ekonomi yang dapat tumbuh di dalamnya.
Menurut Widiyanto, operasional KDMP nantinya akan berkaitan dengan berbagai kebutuhan usaha, mulai dari penyediaan barang dan jasa, distribusi, pemasaran hingga rantai pasok.
Kondisi ini, menurutnya, dapat menjadi ruang pertemuan antara koperasi dengan pelaku usaha yang telah memiliki produk, pengalaman, jaringan distribusi maupun akses pasar
“Kadin punya peran untuk menghubungkan potensi yang ada di daerah, dengan kebutuhan yang muncul dari program-program pemerintah. KDMP menjadi salah satu ruang yang bisa mempertemukan koperasi dengan dunia usaha,” kata Widiyanto.
Ia menilai Kadin kabupaten dan kota memiliki posisi penting karena berada paling dekat dengan pelaku usaha dan potensi ekonomi di masing-masing wilayah.
Melalui jaringan tersebut, Kadin dapat membantu memetakan sektor usaha yang memiliki peluang untuk masuk dalam rantai pasok KDMP. Menurut Widiyanto, pola kemitraan seperti ini penting agar keberadaan koperasi di desa dapat terhubung dengan kegiatan ekonomi yang sudah berjalan.
“Jangan sampai koperasi berdiri sendiri. Harus ada ekosistemnya, ada pelaku usaha yang bisa menjadi bagian dari rantai pasok, ada pasar dan ada hubungan dengan dunia usaha,” ujarnya.
Bagi Kadin, keterlibatan dalam ekosistem KDMP juga menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat organisasi bagi para anggotanya.
Tidak hanya menjadi wadah penyampaian aspirasi, Kadin diharapkan mampu membuka akses dan mempertemukan pengusaha dengan peluang usaha baru.
Dalam dialog tersebut, Widiyanto juga menekankan pentingnya penguatan jaringan Kadin di daerah agar organisasi mampu membaca perubahan ekonomi sekaligus merespons program strategis pemerintah.
Selain Widiyanto, dialog tersebut menghadirkan sejumlah pengurus Kadin Indonesia, di antaranya Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan HAM serta Sarana Prasarana M. Azis Syamsuddin, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, serta Wakil Ketua Umum Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang.
Berbagai persoalan dan peluang dunia usaha daerah turut dibahas dalam forum tersebut. Bagi Kadin Gorontalo, pertemuan ini menjadi bagian dari momentum Musprov V untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah keterlibatan dunia usaha dalam berbagai agenda ekonomi ke depan.
Reporter: Aman











