Dulohupa.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, turut dirasakan hingga Provinsi Gorontalo, Senin pagi (06/6/2026).
Gempa yang terjadi pada pukul 07.37 WITA tersebut membuat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Gorontalo Utara.
Pasca dikeluarkannya peringatan dini tsunami, sejumlah sekolah di wilayah Gorontalo Utara mengambil langkah antisipasi dengan memulangkan siswa lebih awal. Seperti yang terlihat di Sekolah IT Insan Mulia Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Pihak sekolah memutuskan menghentikan kegiatan belajar mengajar dan memulangkan para siswa sebagai upaya mengantisipasi potensi ancaman tsunami.
”Karena sudah ada peringatan dini tsunqmi, kami terpaksa memulangkan siswq lebih awal demi keselamatan mereka” Ucap Rince Malongi Wakasek SD IT Insan Mulia.
Menurut BMKG, gempa tektonik ini memiliki magnitudo 7,7 dengan episenter berada di laut pada koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur, atau sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.
Gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik. Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Gorontalo Utara dengan intensitas III hingga IV MMI.
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa ini berpotensi menimbulkan tsunami. Sejumlah daerah ditetapkan dalam status siaga, termasuk wilayah Gorontalo. BMKG mengimbau masyarakat di daerah berstatus siaga untuk menjauhi pantai dan segera menuju lokasi yang lebih tinggi dan aman.
Reporter: Aman











