Dulohupa.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo menggelar rapat koordinasi (rakor) Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) tahun 2024 yang dirangkaikan dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Peduli HIV-AIDS dan Peduli Infeksi Menular Seksual (IMS) tingkat Kota Gorontalo. Rapat tersebut digelar di Banthayo Lo Yiladia (BLY), Jumat (31/05/2024)
Rakor ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, yang juga menjabat sebagai Ketua KPA Kota Gorontalo
Dalam sambutannya, Marten menegaskan bahwa masalah HIV-AIDS merupakan permasalahan nasional yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak.
“Sejak tahun 2001 hingga 2023, terdapat sekitar 121 kasus HIV-AIDS di Kota Gorontalo. Meskipun banyak di antaranya telah meninggal, saat ini masih ada sekitar 46 atau 47 kasus aktif” ujarnya.
Lebih lanjut, Marten fokus mencapai target tiga nol atau three zero
“Pertama zero new infection jadi tidak ada penularan baru karena ini sangat penting kalau dia bertambah secara kuantitatif dan mana yang paling menonjol, profesi mana, apakah para laki-laki atau perempuan, apakah para pegawai baik itu pegawai negeri atau swasta, atau para ibu rumah tangga ataupun ada mahasiswa atau sebagainya” ujarnya
“Kemudian zero related death atau tidak ada kematian yang disebabkan karena penyakit AIDS, tidak ada kematian kalau kita mampu menekan tidak adanya infeksi, kalau dia sudah terjangkit susah untuk kita lakukan kembali ke posisi semula, tinggal kita merawat, memantau, mengawasi, dan melakukan tindakan-tindakan agar tidak menular kepada yang lain”
“Zero yang ketiga, zero stigma discrimination, jadi memang orang yang menderita penyakit HIV-AIDS itu kadang-kadang dia terkucil” lanjutnya.
Hal ini tentunya sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia harus bebas HIV-AIDS pada tahun 2030.
“Jadi kurang 6 tahun, 5 tahun lebih lagi kerja kita Indonesia itu harus dikatakan zero atau nol, bebas dari AIDS, untuk itu diperlukan kerjasama dan partisipasi semua pihak baik dari pihak pemerintah, masyarakat maupun dari pihak-pihak terkait lainnya” tambahnya
Untuk mencapai target tersebut, kata Marten, pemerintah telah meningkatkan akses dan ketersediaan pelayanan kesehatan di puskesmas, rumah sakit, dan pusat-pusat layanan kesehatan. Selain itu, sistem deteksi dini dan pendidikan serta pelatihan komunikasi kesehatan juga terus dikembangkan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, dan keagamaan.
“Kami berharap semua pihak dapat bersinergi dengan KPA Kota Gorontalo untuk berantas HIV-AIDS dan IMS. Tantangan yang kita hadapi memerlukan dukungan dan kerjasama dari semua pihak,” pungkasnya.
Reporter: Indah











