FKPT Terkejut Soal Penangkapan Terduga Teroris Pohuwato

Dulohupa.id – Ketua Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Gorontalo, Ani M. Hasan, mengaku kaget dengan penangkapan tujuh terduga teroris, di Kabupaten Pohuwato, Jumat (27/11).

“Saya sendiri kaget, ketika membaca adanya berita penangkapan terduga teroris di Pohuwato,” ujar Ani M. Hasan kepada Dulohupa.id, via telpon, Sabtu (28/11).

Bahkan, Ani juga tidak menyangka, ada tujuh terduga teroris yang ternyata bermukim di Kabupaten Pohuwato.

“Sehubungan dengan penangkapan terorisme kemarin, saya selaku ketua FKPT sendiri kaget. Saya tidak menyangka, kalau di Pohuwato itu ada gerakan-gerakan yang berujung pada tindak terorisme di daerah tersebut,” jelas Ani.

Padahal Menurutnya, Pohuwato adalah salah satu daerah yang tergolong aman dan damai. Bahkan kerap kali menjadi contoh keberagaman suku, agama, etnis, dan kaya akan budaya. Sehingga hal-hal yang berbau gerakan tindak terorisme tersebut sangat tidak mungkin bisa terjadi di Pohuwato.

“Nah, ini yang membuat saya sebagai pengurus FKPT merasa terkejut. Karena tidak menyangka peristiwa penangkapan terduga teroris itu bisa terjadi. Pohuwato selama ini kan kita kenal sebagai daerah berlatar banyak budaya, agama, ras, dan suku, yang hidup berdampingan dengan damai,” terangnya.

“Saya sendiri juga miris ketika mendengar peristiwa penangkapan terduga teroris itu terjadi di Pohuwato, apalagi dengan jumlah yang ditangkap sangat banyak di tahun 2020 ini.” terangnya.

Untuk itu, Ani mengatakan, FKPT akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan juga dengan pemerintah desa setempat terkait persoalan ini.

“Saya juga sudah korodinasi dengan pemda dalam hal ini Pak Bupati. Tujuannya kami (FKPT) akan silaturahmi dengan pemerintah setempat. Untuk melakukan komunikasi dengan pemda, dan juga kepala desa. Kami hanya ingin tahu apa seluk beluk yang menyebabkan 7 orang warga Gorontalo yang ditangkap di Pohuwato itu, bisa terlibat dengan gerakan terorisme. Latar belakangnya apa,” Tegasnya.

 

Reporter: Zulkifli Mangkau