Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
PEMPROV GORONTALO

Evaluasi Penyerapan APBD, Gusnar Soroti 3 OPD Belum Penuhi Target

×

Evaluasi Penyerapan APBD, Gusnar Soroti 3 OPD Belum Penuhi Target

Sebarkan artikel ini
APBD Gorontalo
Gubernur Gorontalo, saat memimpin rapat pimpinan evaluasi penyerapan APBD. Foto/Dulohupa.

Dulohupa.id – Dalam rapat pimpinan evaluasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  (APBD) yang dipimpin Gubernur Gusnar Ismail di Ruangan Dulohupa, kantor Gubernur Gorontalo, Senin (04/8/2025), sebanyak 13 dari 35 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Gorontalo berhasil mencapai target fisik dan keuangan untuk periode Juli 2025.

OPD yang berhasil melampaui target tersebut meliputi Sekretariat DPRD, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dinas Pemuda dan Olahraga, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Dukcapil Pemdes, dan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik).

Selain itu, terdapat Biro Organisasi, Inspektorat, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Biro Pemberdayaan Masyarakat dan Sosial (Pemkesra), Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP), serta Dinas Pertanian.

Tidak hanya itu, 15 OPD lainnya berhasil memenuhi target fisik dan keuangan, tetapi tujuh OPD belum mencapai target yang ditetapkan.

Gubernur Gusnar memberikan perhatian khusus kepada tiga OPD yang belum memenuhi target, yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, serta Badan Keuangan. Ia menekankan bahwa dalam evaluasi penyerapan anggaran bulan depan, tidak ada OPD yang boleh gagal mencapai target.

“Kita sepakat dan berkomitmen untuk memastikan kenaikan target bulan ini dihitung dengan cermat agar bisa dicapai,” tegas Gubernur Gorontalo.

Berdasarkan data dari Biro Pengendalian Ekonomi dan Pembangunan, target fisik untuk bulan Juli 2025 adalah 50,50 persen, sementara target keuangan sebesar 49,54 persen. Realisasi fisik mencapai 52,80 persen dan realisasi keuangan 50 persen.

Reporter: Maya