Scroll Untuk Lanjut Membaca
DPRD Kota GorontaloKOTA GORONTALO

Laki-laki Diminta Tak Kenakan Daster saat Lomba Semarak Kemerdekaan RI

×

Laki-laki Diminta Tak Kenakan Daster saat Lomba Semarak Kemerdekaan RI

Sebarkan artikel ini
Semarak Kemerdekaan
Anggota DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Anggota DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar minta tak ada laki-laki yang mengenakan pakaian daster dalam menyemarakkan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan RI ke-80 (di perlombaan 17 Agustus).

Pernyataan Totok ini ditegaskannya setelah Walikota Gorontalo, Adhan Dambea membuat stegmen soal pelarangan trans-puan ikut serta dalam kegiatan atau perlombaan di peringatan hari kemerdekaan.

“Nah begitu juga pada peringatan 17 Agustus ini, dilarang juga laki-laki menggunakan daster. Jangan, harus pakai pakaian yang sesuai kodratnya. Jangan laki-laki pakai daster,” ujar Totok kepada awak media, pada Senin (04/08/2025).

Perihal laki-laki mengenakan pakaian daster, pada biasanya terlihat dalam perlombaan kemerdekaan. Namun hal ini turut disoroti Totok, dimana menurut dia untuk tak lagi dilakukan.

“Itu kalau boleh dihilangkan, bikinlah kalau misalnya bola kaki supaya ramai, bola kaki dangdut, atau yang lain tapi tidak perlu pakai daster,” ucapnya.

Sementara, saat disuguhi dengan pernyataan “kalau tidak ada dorang tidak rame (trans-puan)”, Totok menyelanya. Bagi dia, jika trans-puan diperbolehkan tampil dalam kegiatan-kegiatan kemerdekaan, yaitu sama saja untuk mendidik anak-anak (generasi muda) bahwa LGBT dilegalkan.

“Kalau kita misalnya memperbolehkan mereka berarti kita mendidik anak-anak didik kita yang masih remaja, berarti kita melegalkan LGBT yang ada di Kota Gorontalo,” tandasnya.

Bahkan tak tanggung-tanggung, Totok menyarankan agar kepala daerah mencopot lurah jika didapati memberikan ruang tampil para trans-puan di kegiatan semarak kemerdekaan.

Reporter: Yayan