Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Dugaan Pengrusakan Mangrove di Paguyaman Pantai, PT Wilmart : Kami tidak Merusak Mangrove

236
×

Dugaan Pengrusakan Mangrove di Paguyaman Pantai, PT Wilmart : Kami tidak Merusak Mangrove

Sebarkan artikel ini

DULOHUPA.ID- Pihak perusahaan PT Wilmart Byatama Abadi yang merupakan perusahaan yang mengelola lokasi tambang batu pica di Desa Limbatihu, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo membantah adanya pengrusakan mangrove di lokasi tersebut.

Menurut penjelasan direktur PT Wilmart Byatama Abadi Jerson Hubu, Sebelum perusahaannya dating melakukan aktifitas di desa Limbatihu, mangrove di wilayah itu memang sudah tidak ada sejak di pemerintahan Rum Pagau. Tidak ada satu pohon mangrove yang dibabat oleh PT Wilmart Byatama Abadi saat membangun pelabuhan di wiayah tersebut.

“Ketika itu, perusahaan PT Wilmart Byatama Abadi belum ada disitu. Setelah kami datang, mereka menawarkan untuk mengurus izinya. Kami urus izinya sampai di Kementerian Perhubungan, dan Alhamdulillah izin pelabuhan sudah keluar,” kata Jerson Hubu direktur PT Wilmart Byatama Abadi.

Video Terkait Pemberitaan ini klik disini : https://www.youtube.com/watch?v=nCMC-u6d_YU&feature=youtu.be 

Jerson juga menanmbahkan, PT Wilmart Byatama Abadi sudah memiliki izin melakukan aktivitas di daerah tersebut.

Untuk memperoleh izin pun tak mudah. Kata Jerson, penerbitan izin prosesnya cukup lama, sampai melibatkan navigasi dari Bitung. Bahkan melibatkan Syahbandar Tilamuta untuk alur lautnya.

Karena menyangkut laut maka ada Rekomendasi Teknis dari Dinas Kelautan dan Perikanan, terkait dengan pemanfaatan zona pesisir.

“Sebelum kita mengurus izin tentang pelabuhan kita konsultasi dulu dengan Direktorat Kepelabuhan di kementerian Perhubungan di Jakarta. Kemudian diserahkan ke Kepala Navigasi Bitung dan mereka datang,” ujarnya.

Persoalan pelabuhan kata Jerson, namanya bukan pelabuhan, akan tetapi Terminal Khusus dan itu ada kajiannya. Syarat-syarat semua sudah dipenuhi, termasuk nanti pemasangan mercusuar.

“Kami juga sudah miliki izin usaha pertambangan. Terkait jalan melintasi hutan Mangrove memang benar, akan tetapi sudah diurus izin pinjam pakainya. Saat kita masuk Mangrove tersebut memang sudah tidak ada, jadi tidak ada pembabatan Mangrove,” tegas Jerson lagi.

Pihaknya hanya melanjutkan apa yang sudah ada. Hanya saja cara yang ditempuh sesuai dengan mekanisme dan prosedur perolehan izin pinjam pakai kawasan.

Dijelaskannya, nanti disaat PT Wilmart Byatama Abadi masuk. Baru keluar izin pinjam pakai, dan itu hanya 0,6 Hektar tidak sampai satu hektar.

“Ada rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tegasnya. Sembari menambahkan, di izin pelabuhan inilah yang melintas kawasan Mangrove.

“ kami juga sudah mengurus izin di Kementerian lingkungan hidup, sejak ibu Winarni sebagai staf ahli kami sudah mulai melakukan pengurusan izin, dan Alhamdulillah sudah keluar,” imbuhnya.

Ia mengakui mengerti betul dengan peraturan yang berlaku, yang namanya hutan lindung, kalau dapat izin pinjam pakai satu hektar, maka harus dilakukan penanaman kembali satu hakter ditempat lain atau membayar kepada negara.

Sebelumnya diduga ada pengruskan mangrove di Desa Limbatihu, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, yang dilakukan oleh salah satu perusahaan batu pica.

Pelabuhan Kapal batu Pica Yang ada di Desa Limba Tihu, Kecamatan Paguyaman Pantai.

Pembukaan jalan untuk pembangunan Pelabuhan Kapal Batu Picah, terletak di atas tanah yang dulunya menjadi hamparan hutan yang identik dengan daerah pesisir tersebut.

Pembangunan jalan yang memiliki lebar kurang lebih 7 meter, dan pusat pelabuhan kapal itu sendiri diduga dibuat dengan merobohkan hutan mangrove.

Jalan menuju pelabuhan batu pica yang ada di desa Limbatihu, yang dulunya kawasanhutan mangrove. (Ft. istemewa)

“ Dulunya ekosistem mangrove di kawasan Desa Limbatihu itu sebenarnya tampak tumbuh dengan baik. Tinggi mangrove di sana sekitar lima sampai delapan meter. Namun saat ini Hamparan mangrove yang luas di sana, seperti terbelah karena pembukaan jalan dan pembangunan dermaga’’ ungkap Rihiol Igirisa, salah satu mahasiswa asal paguyaman pantai.

Padahal saat ini pemerintah kabupaten Boalemo telah mencanangkan pelestarian hutan mangrove di Kabupaten Boalemo.(DP/01)