Untuk Indonesia

Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas dan Kegiatan Makan Minum di DPRD Pohuwato

Dulohupa.id- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Aliansi Indonesia melaporkan adanya dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas dan kegiatan makan minum di lingkungan sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pohuwato. Dugaan korupsi perjalanan dinas sesuai informasi yang dihimpun dulohupa.id terjadi pada tahun anggaran 2018, sementara makan minum pada tahun anggaran 2019.

Saat ini, laporan kasus dugaan korupsi di DPRD Pohuwato tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pohuwato pada 9 Februari kemarin. Sebelumnya, berkas perkara tersebut masuk ke Kejaksaaan Tinggi Gorontalo pada 25 Januari 2021.

“Laporan yang masuk mengenai dugaan tindak pidana korupsi mengenai perjalanan dinas, juga kegiatan makan dan minum di sekretariat DPRD Pohuwato tahun anggaran 2018 dan tahun 2019,” ujar Iwan Sofyan, Kasie Intel Kejari Pohuwato, Selasa (16/2).

Kata Iwan, pihak Kejari masih akan mendalami  perkara dari kasus dugaan korupsi yang dilimpahkan Kejati. Dan masih akan mengumpulkan data-data pendukung terkait laporan tersebut.

“Jadi perkara yang dilaporkan , dan yang dilimpahkan kepada kami ini dua laporan tersebut, dan kemudian kami masih dalam pengumpulan data dan pembuatan administrasi apakah memang ini bisa ditindaklanjuti apa tidak,” katanya.

doc Google Maps

Pasalnya, kata Iwan, laporan yang masuk baru berupa surat pelimpahan dari Kejati tanpa dibarengi dengan bukti-bukti mengenai laporan dugaan korupsi tersebut.

“Dalam hal ini juga bukti-bukti yang dilampirkan oleh pelapor juga belum kami dapatkan sampai dengan sekarang. Jadi hanya berbentuk surat saja, belum ada dokumen bukti-bukti pendukung, dari LSM yang melaporkan perkara ini,” jelas Iwan.

Ia juga menambahkan, untuk waktu penanganan perkara sendiri belum dipastikan kapan akan dimulai, karena masih menunggu bukti-bukti dari laporan dugaan tersebut.

“Masih belum bisa ditentukan kapan selesainya, karena juga belum pasti, dan masih kita dalami. Tergantung dari pimpinanan akan mendisposisi ke mana? Bisa kebagian intel atau pidana khusus seperti itu. Kita tunggu disposisi pimpinan, apakah langsung ke bagian intel atau ke bagian pidana khusus untuk penanganan perkara dugaan korupsi tersebut,” imbuhnya.

Reporter: Zulkifli Mangkau

Comments are closed.