Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Dua Kecamatan di Pohuwato Ini Tidak Diizinkan Membuka Sekolah Tatap Muka

Dulohupa.id – Meski Dinas Pendidikan Pohuwato berencana akan membuka sekolah di wilayah tersebut pada Senin (7/9) pekan depan, namun tidak dengan sekolah-sekolah di dua kecamatan di kabupaten ini. Yaitu, sekolah di Kecamatan Patilanggio dan Duhiadaa. Sebab, dua kecamatan itu masih berstatus zona merah penyebaran COVID-19.

Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Satuan Tugas COVID-19 Pohuwato, Ramon Adbjul, pada Kamis (3/9). Menurutnya, pembukaan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di dua kecamatan itu, tidak diizinkan karena risiko penyebaran COVID-19 akan sangat besar.

“Hanya dua kecamatan saja yang tercatat ada persebaran (COVID-19) di Pohuwato, Kecamatan Patilanggio dan Duhiadaa. Jadi dua kecamatan tersebut, tidak bisa membuka sekolah atau melaksanakan pembelajaran tatap muka,” kata Ramon saat dikonfirmasi oleh wartawan dulohupa.id.

Sebabnya, kata Ramon, wacana pembukaan sekolah tidak menjadi masalah, asal dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Pembukaan sekolah tetap dilaksanakan, asal dia berada di zona hijau. Misalnya ada satu desa atau kecamatan yang terpapar. Nah, wilayah tersebut berarti masuk zona merah dan sekolah yang berada di wilayah zona merah tersebut tidak boleh dibuka,” tambahnya.

Walaupun kata Ramon, tiga orang yang terpapar di dua kecamatan tersebut tidak berada di Pohuwato, mereka hanya memiliki KTP di kecamatan tersebut. “mereka yang terpapar tidak berada di Pohuwato, mereka berada di luar daerah Pohuwato saat terpapar.”

Namun sebetulnya, lanjut Ramon, jika merujuk data dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dari enam kabupaten dan kota yang ada di Gorontalo, hanya dua yang masuk di zona kuning, yaitu Kabupaten Pohuwato dan Boalemo.

“Dan pada intinya, penerapan protokol kesehatan yang harus penting dilaksanakan. Kalau ini diabaikan maka tidak bisa dibuka sekolah,” tutupnya.

Reporter: Zulkifli Mangkau
Editor: Wawan Akuba