Scroll Untuk Lanjut Membaca
LINGKUNGANPEMPROV GORONTALO

DLHK Gorontalo Pastikan Izin PT BJA Sudah Sesuai Prosedur

114
×

DLHK Gorontalo Pastikan Izin PT BJA Sudah Sesuai Prosedur

Sebarkan artikel ini
Izin PT Biomassa
Suasana PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) di kabupaten Pohuwato, Gorontalo/Ist

Dulohupa.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo memastikan perizinan PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) sudah lengkap, sesuai prosedur dan memiliki aspek Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL). Hal ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) PBPHH yang diperoleh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Secara regulasi izin PT BJA sudah dibenarkan, sudah lengkap dari sisi perizinan dan lingkungan,” Kaepala Bidang (Kabid) Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLHK Provinsi Gorontalo, Nasruddin, pada Rabu (17/1/2024) kemarin.

Nasruddin menjelaskan, adapun yang bertanggung jawab kepada aspek lingkungan adalah PT. Banyan Tumbuh Lestari (BTL) dan PT. Inti Global Laksana (IGL) sebagai pemegang Hak Guna Usaha (HGU) lahan. PT BJA sudah memiliki kerjasama dengan keduanya untuk mengolah hasil dari lahan tersebut.

Baca Juga: Wabup Pohuwato Apresiasi PT BJA Libatkan 95 Persen Pekerja Lokal

Nasruddin menyebut pendekatan terpadu tersebut sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku yakni Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan, pada Pasal 8 ayat 3 menyatakan bahwa ”pendekatan studi terpadu dilakukan apabila pemrakarsa merencanakan untuk melakukan lebih dari 1 (satu) jenis usaha dan/atau kegiatan yang perencanaan dan pengelolaannya saling terkait dalam satu kesatuan hamparan ekosistem serta pembinaan dan/atau pengawasannya berada dibawah lebih dari 1 (satu) Kementerian, lembaga pemerintah non Kementerian, satuan kerja, pemerintah provinsi, atau satuan kerja pemerintah kabupaten/kota.”

“PT IGL dan BTL sudah memenuhi izin persetujuan lingkungan yang diterbitkan oleh Pemkab Pohuwato, kewenangannya saat itu di Pemkab, sudah clear dari aspek perizinan lingkungan. Kemudian PT BJA masuk untuk mengolah hasil land clearing, sudah ada MoU antara IGL, BTL dan BJA,” kata Nasaruddin saat melakukan kunjungan kerja ke PT BJA di Marisa, Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Sementara Direktur Operasional PT BJA Burhanuddin menjelaskan, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo berpotensi menjadi salah satu daerah pemasok pelet kayu atau woodpellet terbesar di Indonesia untuk tujuan ekspor.

Hal ini memungkinkan untuk terwujud dengan beroperasinya yang diproyeksikan mampu memproduksi pelet kayu hingga 900.000 ton per tahun. Sejak tahun 2023 PT BJA telah melakukan serangkaian aktivitas ekspor pelet kayu ke sejumlah negara di Asia seperti Jepang dan Korea Selatan.

Lanjut Burhanuddin, saat ini jumlah tenaga kerja dan suplier yang berasal dari masyarakat lokal mencapai lebih dari 1000 orang atau lebih dari 95% tenaga kerja di PT BJA. Sebagai perusahaan yang berinvestasi dalam jumlah besar untuk jangka panjang, PT BJA berharap bisa terus berkontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah Puhowato dan provinsi Gorontalo.

Adv