Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

DKPP Minta Penyelanggara Pilkada Ad Hoc Hindari Warkop dan Grup Whatsapp

DULOHUPA.ID- Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) meminta para penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ad Hoc, dapat menjaga jarak dengan pasangan calon (paslon) pilkada maupun tim suksesnya.

Bahkan, untuk sementara waktu, diminta untuk meninggalkan grup chatting yang di dalamnya ada tim sukses paslon maupun paslon itu sendiri. Tidak hanya itu, juga diminta untuk tidak mengunjungi warung kopi yang menjadi tempat berkumpulnya politisi, hingga pilkada berakhir.

“Warung kopi dan grup whatsapp ini biasanya tempat tim sukses tiap-tiap paslon, (kadang) sebagai posko pemenangan Paslon,”ujar Ketua DKPP, Muhammad dalam acara Penguatan dan Pengarahan dalam Rangka Sinergitas Pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2020 di Masa Pandemi COVID-19 di Provinsi Gorontalo, Senin (16/11).

Kata Mohammad, para penyelanggara pilkada kerap terlihat bersama dengan tim sukses maupun paslon pilkada, maka akan menimbulkan bias kepentingan. Selain itu, masyarakat akan memandang itu sebagai sebuah hal yang buruk. Sebab, tentu akan dipandang sebagai ketidaknetralan penyelenggara itu sendiri.

“Mungkin saja tidak ada sesuatu yang negatif dibincangkan, bahkan mungkin (pembicaraaanya) yang positif. Tetapi publik melihat kedekatan peserta dengan wasit (penyelanggara pilkada) ini menyebabkan keraguan masyarakat. Akhirnya kepercayaan publik ini menjadi berkurang sementara yang kita perjuangkan ini memelihara kepercayaan publik,” kata Muhammad.

“Ketika ada paslon atau tim sukses di grup whatsapp, maka silahkan dulu keluar untuk sementara, jangan bergabung di grup yang ada paslon untuk menghindari keberpihakkan hingga selesai pemilihan serentak,” lanjutnya.

Maka dari itu kata dia, penting untuk pihak KPU tingkat provinsi, kabupaten maupun kota, kecamatan, desa, menyediakan kantor sendiri untuk para penyelanggara pemilu ad hoc ini.

“Ini agar publik percaya pada penyelenggara ad hoc tidak berpihak pada (salah satu) paslon,” tutup Muhammad.

Reporter: Yusuf Konoli