Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINENASIONALPERISTIWA

Dimintai Rp25 Juta, Warga merasa Dibohongi Oknum Pengacara di Gorontalo

4654
×

Dimintai Rp25 Juta, Warga merasa Dibohongi Oknum Pengacara di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Oknum Pengacara
Ilustrasi perkara di Pengadilan/ Ma'had Aly

Dulohupa.id – Seorang warga asal Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo kecewa dengan kinerja salah satu oknum pengacara.

Warga berinisial DRS alias Dwi merasa dibohongi oleh pengacara MI dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Marisa. Ia telah mengeluarkan sejumlah uang yang diminta pengacara sebesar Rp25 juta.

DWI diketahui ingin bercerai dengan istrinya, namun sudah hampir setahun perkara tersebut baru ada putusan. Itu pun gugatannya ditolak oleh pengadilan.

“Pengacara tidak profesional. Saya kecewa dengan kinerjanya, dia minta mahal terus sidang selalu diminta undur di pengadilan. Bahkan berjalan hampir setahun, ujung-ujungnya gugatan di tolak pengadilan,” ungkap Dwi, Senin (11/2/2024).

Dwi mengaku, dari dokumen perkara saja terlihat bahwa pengacara itu tidak becus mengurus gugatan tersebut. Sebab kata dia dalam pemenuhan administrasi saja pengacara kalang kabut, bahkan beberapa kali berkas yang diserahkan ditolak oleh pihak pengadilan.

“Perkembangan perkara tidak ada informasi dari dia, nanti saya yang telpon atau whatsapp, itu pun kadang di jawab kadang tidak,” ujarnya.

Dwi yang saat ini berada di Jepang itu, bahkan mengaku, pengacara meminta dirinya untuk melakukan manipulasi dokumen surat kuasa. Seolah-olah dirinya dan MI bertemu di Jakarta untuk menandatangani surat kuasa.

“Bahkan saya diminta untuk berbohong, bahwa yang mana saya dan dia bertemu di Jakarta dan menandatangani surat kuasa disana. Karena saya serahkan perkara ini ke dia jadi saya ikut saja,” jelasnya.