Demi Protkes, KPU Tak Izinkan Jurnalis Masuk ke Ruang Debat

DULOHUPA.ID- Demi mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo lagi-lagi tak mengizinkan jurnalis masuk ruang debat kandidat pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo, yang digelar di Hotel Damhil Kota Gorontalo, Minggu malam kemarin, (29/11).

Tidak kali itu saja, KPU juga sebelumnya tak mengizinkan jurnalis masuk ke ruang debat, pada acara debat pilkada sebelumnya.

Sikap KPU itu sendiri berdasarkan PKPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Non-alam Covid – 19 dan juga peraturan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Hal ini kami lakukan, sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan, demi mencegah penyebaran Covid -19 saat Pilkada tahun 2020 ini,” ungkap ketua KPU Kabupaten Gorontalo, Rasyid Sayiu kepada Dulohupa.id, Senin (30/11) Sore.

Kata Rasyid, pihaknya tidak mengizinkan seluruh jurnalis memasuki ruang debat kandidat, adalah untuk membatasi jumlah orang di dalam ruangan debat.

“Jadi untuk debat yang sudah berlalu, kami pihak KPU tidak pernah menghalangi jurnalis untuk meliput secara langsung, tapi itu untuk mencegah agar tidak terjadi kerumunan masa,” ujarnya Rasyid.

Meski begitu, pihaknya tetap memberikan akses kepada para jurnalis untuk mendapatkan informasi dari dalam ruang debat. Misal dengan menyiarkan proses debat secara langsung melalui media sosial.

Selain itu, jurnalis yang ingin tetap hadir langsung, mendapat kartu identitas. Kartu tersebut sebagai kartu untuk mengakses masuk hotel, bukanlah ruang debat. Sebab, KPU sendiri sudah menyediakan ruang media senter.

“Id card itu hanya akses masuk hotel, bukan sampai di ruang debat. Jadi pihak kami sudah berupaya untuk menyediakan tempat khusus media center,” pungkasnya.

Reporeter: Fandiyanto Pou