Catatan Lima Tahun Terakhir Penangkapan Terduga Teroris di Gorontalo

Dulohupa.id – Detasemen khusus (Densus) 88 anti teror Mabes Polri, pada Jumat (27/11) kemarin. Berhasil melakukan penangkapan tujuh terduga teroris di Gorontalo.

Peristiwa penangkapan terduga teroris tersebut, menambah daftar panjang pengungkapan kasus terorisme di Gorontalo. Bahkan dalam catatan lima tahun terakhir, penangkapan di Pohuwato merupakan kasus tertinggi yang dilakukan tim Densus 88 di Gorontalo. Dan selama lima tahun terakhir juga, penangkapan terduga teroris di Gorontalo mengalami peningkatan.

Berikut ini, Dulohupa.id menghimpun catatan dan data-data peristiwa penangkapan terduga teroris di Gorontalo selama lima tahun terakhir.

Tahun 2015

Tim densus 88 anti teror Mabes Polri melakukan operasi penggrebekan terduga teroris di Gorontalo, pada bulan Agustus tahun 2015 silam. Dalam penangkapan tersebut, tim densus 88 berhasil meringkus satu orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi teroris Indonesia.

Terduga yang berhasil tertangkap densus 88 tersebut ialah bernama Arif Kusnandar alias Abu Ubaid. Ia  merupakan anak buah dari Santoso, tokoh teroris paling berpengaruh di Indonesia yang punya kehandalan dalam merakit bom.

Lokasi Penangkapan Arif Kusnandar ini bertempat di Kelurahan Limba U II, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Arif Kusnandi dan istrinya sendiri sudah tinggal sebulan lamanya di daerah di Kota Gorontalo tersebut sebelum dilakukan penangkapan oleh tim densus 88.

Tahun 2016,

Tahun 2016, tak ada peristiwa penangkapan terduga teroris di Gorontalo. hanya saja, pada tahun ini, dua orang terpidana teroris yang bernama Mohamad Akbar dan Imbran di pindahkan ke Lapas Kota Gorontalo dan Lapas Boalemo.

Mohamad Akbar terpidana teroris divonis 7 tahun penjara dan Imbran alias Genda alias Abi Ahmad di vonis 4 tahun penjara. Kedua terpidana teroris ini merupakan jaringan dari tokoh Santoso yang tergabung dalam jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Tahun 2017,

Pada tahun 2017, sama seperti pada tahun sebelumnya (2016). Tak ada peristiwa penangkapan terduga teroris di Gorontalo. Namun, di tahun 2017 tersebut, Densus 88 anti teror berhasil melumpuhkan salah satu teroris yang sudah lama menjadi target dari tim Densus 88.

Nanang Kosim namanya, teroris yang tertembak mati oleh Densus 88 di Jalan Raya Anyer-Cilegon, Banten.

Nanang Kosim sendiri, sebelum tertembak Densus 88, ia pernah menetap tiga bulan lamanya di Gorontalo, di Desa Titidu, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Di Desa Titidu, Nanang Kosim menjalani aktivitas kesehariannya menjadi seorang guru ngaji.

Tahun 2018

Di tahun 2018, masyarakat Gorontalo heboh dengan penangkapan tiga orang terduga teroris di salah satu Desa transmigran di Kabupaten Gorontalo. Tiga orang yang tertangkap tim Densus 88 tersebut berinisial SA, HS, dan EWI, di sebuah rumah di Desa Ayumolingo, Kabupaten Gorontalo, pada Bulan Juni tahun 2018 kemarin.

Tahun 2019,

Peristiwa penangkapan terduga teroris di Gorontalo pada tahun 2019 mengalami penurunan. Di tahun ini, tim Densus 88 menangkap seorang warga di Kabupaten Bone Bolango yang diduga ikut terlibat dalam jaringan gerakan terorisme.

Peristiwa itu terjadi di penghujung akhir tahun 2019. Dari hasil penangkapan tersebut, tim Mabes Polri telah memberkan inisial warga yang ditangkap tersebut, inisialnya ialah A.K.

Tahun 2020

Pada Jumat (27/11) kemarin, masyarakat di Gorontalo khususnya di Kabupaten Pohuwato dikejutkan dengan penggrebekan tujuh orang yang diduga terlibat dalam gerakan tindak terorisme di Indonesia.
Tim Densus 88 berhasil meringkus tujuh orang terduga tersebut dengan dukungan barang bukti, seperti senjata rakitan laras panjang, senjata—pistol pendek, dan senjata tajam lainnya.

Penangkapan terduga teroris di Pohuwato ini, merupakan penangkapan tim Densus 88 anti teror dengan jumlah yang banyak, dan tertinggi selama kurun waktu lima tahun terakhir di Gorontalo.
Pihak FKPT sendiri menilai, penangkapan terduga teroris yang di lakukan oleh tim Densus 88 di Gorontalo pada tahun 2020 merupakan penangkapan dengan jumlah yang banyak.

“Penangkapan ini terbanyak dari tahun 2018 yang berkisar tiga orang, tapi sekarang sampai tujuh. Dan ini paling tinggi penangkapan terduga teroris di Gorontalo, yang berada di Pohuwato,” kata Ani M. Hasan, Ketua Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Gorontalo, kepada Dulohupa.id belum lama ini.

Ani juga mengatakan, penangkapan terduga teroris di Gorontalo mengalami peningkatan.

Sementera itu, Polda Gorontalo melalui Kabid Humas, Wahyu Tri Cahyono, turut membenarkan adanya penggrebekan tujuh orang terduga teroris di Pohuwato. “Iya, benar. Ada tujuh orang yang tertangkap Densus 88 di Pohuwato. Untuk lebih jelasnya, nanti Mabes Polri yang akan menyampaikan. karena itu wewenang mereka.”

Namun, Mabes Polri hingga saat ini belum merilis informasi terkait pengungkapan terduga teroris di Pohuwato. Polri juga belum memberikan informasi inisial dari tujuh orang terduga yang tertangkap di Kabupaten Pohuwato, pada Jumat kemarin (27/11).

 

Reporter : Zulkifli Mangkau