Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Deklarasi Melanggar Prokes, Ini Kata Politisi Golkar Pohuwato

Dulohupa.id – Politisi Partai Golkar Pohuwato, Nasir Giasi, yang juga ketua tim pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga-Suharsi Igrisa (SMS), menanggapi persoalan pelanggaran protokol kesehatan (prokes), pada acara deklarasi pasangan SMS kemarin, Kamis (3/9).

Kepada wartawan dulohupa.id ia berdalih bahwa, deklarasi yang dilaksanakan oleh pasangan SMS tersebut sudah sesuai dengan regulasi yang ada, dan mendapatkan izin melaksanakan kegiatan dari pihak berwenang.

“Saya kira ini sebuah regulasi juga, kalau seandainya itu tidak dibolehkan, dan sendainya itu dilarang, tidak mendapatkan izin polisi dan lain sebagainya, maka kami juga tidak akan melakukan deklarasi. Kita melakukan deklarasi dengan regulasi-regulasi yang ada, dan sudah mendapatkan izin dari beberapa pihak oleh KPU, oleh Bawaslu, dan Pihak Kepolisian,” kata Nasir, belum lama ini.

Seakan tak mau publik hanya menyalahkan acara deklarasi SMS, Nasir lantas menyebut jika selain SMS, juga ada pasangan lain yang melakukan deklarasi, dan dianggap melanggar prokes.

“Kan, bukan hanya pasangan SMS, yah, semua pasangan calon melaksanakan deklarasi saat itu,” terangnya.

Lagian kata Nasir, jika nanti setelah acara deklarasi itu kemudian memunculkan klaster baru pengidap COVID-19, maka pihaknya hanya akan melakukan rapid test ke tim pemenangan saja, sedangkan masyarakat pendukung yang hadir, menjadi urusan pemerintah.

“Saya sendiri selaku ketua tim pemenang dari pasangan SMS, jika terjadi hal demikian (muncul klaster baru pengidap COVID-19), maka kami akan melakukan rapid test terhadap tim pemenang. Dan jika terjadi penyebaran di masyarakat, itu sudah menjadi tugas pemerintah untuk menanganinya, dan bukan tugas dari pasangan calon,” ungkap Nasir Giasi.

Lebih lanjut Nasir mengatakan, bahwa sebenarnya, pihanya tidak menginginkan hal tersebut terjadi, dan sampai menyebabkan kluster baru pada tahapan pilkada Pohuwato tahun 2020.

“Kami tidak akan melihat itu, dan kami tidak akan menginginkan itu terjadi,” tutup Nasir saat diwawancarai.

Reporter: Zulkifli Mangkau
Editor  : Wawan Akuba