Scroll Untuk Lanjut Membaca
KOTA GORONTALO

Dampak Kelangkaan Migor dan Gas Elpiji, Penjual Takjil Terpaksa Kurangi Dagangan

×

Dampak Kelangkaan Migor dan Gas Elpiji, Penjual Takjil Terpaksa Kurangi Dagangan

Sebarkan artikel ini
Pedagang takjil Kota Gorontalo
Lian Pedagang Takjil di Kota Gorontalo yang merasakan dampak kelangkaan migor dan gas elpiji/ F. Sumitro Igirisa

Dulohupa.id – Dampak kelangkaan migor (minyak goreng) dan gas elpiji saat bulan Ramadan 2022 turut dirasakan penjual takjil di Gorontalo. Lian salah seorang pedagang takjil yang ada di Kelurahan Molosifat mengaku terpaksa mengurangi jumlah dagangan dari hari-hari biasanya.

“Terpaksa saya mengurangi jualan, biasanya saya menjual kue 100 biji sekarang tinggal 50 puluh saja”kata Lian.

Tidak hanya minyak goreng dan gas elpiji, kenaikan harga bahan pokok lain juga yang paling dirasakan Lian.

“Yang paling sulit ini minyak goreng sama gas, kalau terigu dia hanya naik seribu rupiah, tapi gas sudah sampai 35 ribu, minyak goreng dipasaran sudah 18 ribu bahkan 20 ribu, itupun sulit dicari Kasihan kami masyarakat,”terangnya.

Hal serupa juga dirasakan Nur, pedagang kue lainnya. Meskipun sejumlah bahan pokok mengalami kenaikkan, namun para pedagang mengaku enggan untuk menaikkan harga dagangan mereka.

“Harganya tetap sama saja pak, ini saja kadang tersisa, beda sama tahun sebelumnya. Dulu meskipun PSBB dagangan kami laku, sekarang kadang tidak”ucap Nur.

Melihat kondisi yang ada, ia bersama para pedagang lain berharap agar pemerintah bisa mencarikan solusi terbaik dalam menuntaskan permasalahan kenaikkan serta kelangkaan kebutuhan bahan pokok  yang meresahkan masyarakat.

“Kami hanya berharap kepada pemerintah agar kiranya bisa menurunkan harga bahan pokok” tandasnya.

Reporter: Sumitro Igirisa