Scroll Untuk Lanjut Membaca
Feature

Cerita Pecinta Vespa, 6 Hari Perjalanan dari Kendari demi Event CSP di Gorontalo

×

Cerita Pecinta Vespa, 6 Hari Perjalanan dari Kendari demi Event CSP di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Pecinta Vespa
Pecinta Vespa asal Kendari saat tiba di Gorontalo untuk menghadiri event Celebes Scooter Party (CSP). Foto/Dulohupa

Dulohupa.idCelebes Scooter Party (CSP), sebuah ajang berkumpul bagi pecinta Vespa sejak tahun 2007 untuk menyatukan skuteris dari berbagai penjuru Sulawesi.

Demi solidaritas, berbagai tantangan dialami mereka. Salah satunya Sadikin pecinta Vespa sekaligus Ketua SOC 77 asal Kendari, Sulawesi Tenggara. Ia berbagi pengalaman perjalanan luar biasa dari tempat asalnya menuju Gorontalo untuk menghadiri event CSP tahun 2025 yang diselenggarakan di Kabupaten Bone Bolango.

Sadikin mengungkapkan, Kehadiran mereka di CSP ini adalah motivasi pribadi. Mereka tidak memperhitungkan jarak demi bisa bertemu saudara-saudara yang lain.

“Perjalanan enam hari menuju Gorontalo menjadi tantangan yang penuh makna bagi saya dan tim” ujarnya.

Dengan persiapan matang selama tiga bulan, Sadikin dan 10 anggota lainnya berangkat tanpa kendala berarti.

“Kami telah menabung untuk konsumsi dan biaya perjalanan, dengan total anggaran sekitar Rp 1,2 juta per orang dan Rp 1,5 juta untuk bahan bakar,” jelasnya.

Salah satu momen paling berkesan bagi Sadikin adalah saat beristirahat di masjid.

“Perjalanan ini lebih dari sekadar menuju tujuan, 80 persen pengalaman kami ada di jalan,” tambahnya.

Ini adalah kunjungan ketiga Sadikin ke Gorontalo, dan setiap kali ia datang, selalu ada kesan mendalam yang ditinggalkan.

Sadikin telah mencintai CSP sejak masa SMA dan aktif dalam komunitas ini sejak 1997. Ia mengapresiasi solidaritas di antara para skuteris, di mana setiap pertemuan di jalan selalu diwarnai sapaan hangat meskipun tidak saling kenal.

Dalam perjalanan, mereka menghadapi tantangan saat melintasi Gunung Tinombala dengan medan ekstrem.

“Pendakian di Tinombala sangat menantang, dan banyak yang heran melihat kami bisa melewatinya,” tambahnya.

Selama perjalanan, Sadikin dan tim juga menjalani turing religius dengan menginap di masjid, membersihkan tempat tersebut setelah beristirahat. Meskipun tanpa keluarga, ia merasakan kehangatan persaudaraan dengan sesama skuteris.

Sadikin merencanakan untuk tinggal di Gorontalo hingga minggu depan, berharap pengalaman ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk bergabung dalam komunitas skuter.

CSP ini bukan hanya ajang berkumpul, tetapi juga menjadi simbol persaudaraan dan kebersamaan bagi pecinta skuter di seluruh Indonesia.

Reporter: Maya Aridi