Dulohupa.id – Seorang polisi di Gorontalo memiliki 13 gelar akademik dan profesi. Perwira polisi ini bernama Iptu Dr. Iswan Brandes, S.Pd.I, M.Di, M.M, M.K.M, CPHR, CBA, CPM, C.PS, C.GMC, C.TMP, C.HL, C.MTr.
Pria kelahiran Gorontalo 05 Mei 1985 itu kini bertugas di Biro SDM Polda Gorontalo. Iptu Brandes dikenal tekun dalam menuntut ilmu di tengah tugasnya sebagai penegak hukum.
Setelah menjadi anggota Polri pada 1 Juli 2004, ia awalnya bertugas di satuan Brimob selama 14 tahun hingga menjadi ajudan Kapolda selama 7 tahun, serta pernah jadi ajudan Walikota. Atas dedikasinya, ia dianuggerahi penghargaan Kapolda tahun 2020 hingga meraih penghargaan Kapolri tahun 2024.
Iptu Brandes telah menorehkan berbagai capaian gemilang, baik di bidang kepolisian, olahraga maupun pendidikan. Ia diketahui lulus cumlaude sebanyak tiga kali, yaitu pada saat kuliah jenjang S2 sebanyak dua kali dan kuliah jenjang S3 sebanyak satu kali. Pada bulan Juli 2023, Iptu Brandes mendapatkan IPK 4,0 saat kembali menjalani perkuliahan S2-nya di Universitas Gorontalo. Sebelum lulus prodi S2 Manajemen Kesehatan di Universitas Gorontalo, pria asal Limboto ini terlebih dahulu menyelesaikan studi S2 di bidang Manajemen dengan IPK 3,98 dan mengambil jenjang S3.
Brandes kemudian dinyatakan lulus studi doktor atau S3 jurusan Administrasi Publik dengan gelar cumlaude dan dapat IPK 3,92. Dari prestasinya, Ia meraih wisudawan/Lulusan terbaik 2023 di Manajemen Universitas Gorontalo, Wisudawan/Lulusan terbaik 2023 di Doktoral UNG, serta wisudawan/Lulusan terbaik 2025 di magister kesehatan UNG.
Di bidang olahraga, Brandes menjadi satu-satunya wasit yang mempunyai lisensi tertinggi nasional di Gorontalo untuk beladiri Kurash. Ia dipercayakan bertugas sebagai wasit cabang olahraga Kurash pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut tahun 2024. Ia juga mengantongi sertifikasi penguji beladiri serta dedikasinya dalam pengembangan SDM juga sebagai penguji kemampuan jasmani/antropometrik.
Latar Gelar Pendidikan dan Profesi
Iptu Brandes memiliki gelar akademik lebih berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teori, sedangkan gelar profesi lebih keterampilan praktis dan keahlian khusus.
– S.Pd.I (Sarjana Pendidikan Islam pada tahun 2009 di kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo.
– M.Si (Magister Sains di STIA Bina Taruna Gorontalo tahun 2016.
– M.M (Magister Manajemen di Universitas Gorontalo pada tahun 2023.
– M.K.M (Magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Negeri Gorontalo tahun 2025
– Dr (Doktor Administrasi Publik di UNG tahun 2023.
– CPHR (Chartered Professional in Human Resources, sebuah sertifikasi profesional di bidang Sumber Daya Manusia (SDM)
– Certified Business Advisor (CBA) adalah sertifikasi untuk profesional yang memberikan nasihat kepada pelaku usaha
– Certified Professional Marketer (CPM) Asia, sebuah sertifikasi profesional untuk bidang pemasaran di tingkat Asia.
– Certified Public Speaker (CPS) merupakan gelar non-akademik untuk seseorang yang telah bersertifikasi dalam bidang public speaking.
– C.GMC adalah Certified Growth Mindset Coach yang diberikan karena telah menyelesaikan pelatihan dan mendapatkan sertifikasi sebagai pelatih mindset pertumbuhan.
– Gelar C.TMP (Certified Training Management Professional) yang memiliki sertifikasi atau pengakuan profesional dalam bidang manajemen pelatihan.
– Gelar C.HL (Certified HypnoLeadership) yang menunjukkan sertifikasi dalam bidang kepemimpinan yang menggabungkan teknik hipnosis.
– Gelar C.MTr (Certified Motivation Trainer), sebuah gelar non-akademik yang diberikan setelah menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi sebagai pelatih motivasi.
Iptu Brandes mengaku punya banyak gelar karena Ingin membuktikan kepada orang lain ternyata tidak ada kata mustahil dalam membagi waktu untuk menuntut ilmu. Dengan demikian, belajar terus dan menambah ilmu sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan kepercayaan diri, serta membuka peluang baru dan meningkatkan kualitas hidup.
“Tantangannya ada, mengatur waktu yang terkadang tabrakan dengan tugas pokok sebagai perwira Polri, serta harus berani kehilangan waktu libur Sabtu dan Minggu untuk menggantikan pelajaran yang terlewatkan, jika ada waktu tugas kantor,” ungkapnya.
Ia membagi waktu antara studi/belajar dengan pekerjaan utama sebagai polisi, dimana setiap hari libur dirinya meluangkan untuk konsultasi kepada dosen dan menggantikan dengan tugas-tugas mata kuliah. Setiap ada mata kuliah yang tabrakan, ia selalu menyempatkan diri untuk mengikuti walaupun hanya sebentar.
“Pada prinsipnya tidak mengorbankan tugas pokok dan tidak mengabaikan jadwal kuliah dengan emanfaatkan waktu sebaik mungkin. Membagi waktu antara tugas pokok dan kuliah dapat menjadi tantangan, tetapi dengan perencanaan yang baik, kamu dapat mengelola waktu dengan efektif,” pungkas Iptu Brandes.
Dengan segudang prestasi dan pengalamannya, Iptu Brandes berharap memberikan kontribusi besar kepada masyarakat dan pembangunan daerah.
Redaksi












