Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
FeatureHEADLINEKAB. GORONTALO

Prajurit TNI di Gorontalo Sukses Beternak Sapi, jadi Penyedia Hewan Kurban

×

Prajurit TNI di Gorontalo Sukses Beternak Sapi, jadi Penyedia Hewan Kurban

Sebarkan artikel ini
Sapi Kurban
Kadek Yadnyana, prajuri TNI di Gorontalo saat memberikan makan ternak sapi miliknya. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Menjadi seorang prajurit TNI di Korem 133 Nani Wartabone, tak menghalangi Kadek Yadnyana untuk membuka peluang usaha di Gorontalo.

Kadek mengisi sela sela kesibukannya dengan beternak puluhan ekor sapi di kandang miliknya yang berada Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Menjelang hari raya Idul Adha, peternakan miliknya menjadi salah satu penyedia hewan kurban di Gorontalo dan kerap menjadi lokasi percontohan oleh pemerintah terkait.

Tahun ini, Kadek mengaku telah menyiapkan ternak sapi nya untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di Gorontalo.

“Dari segi kesehatannya, kebersihan kandang dan pakannya terus untuk rutiniyas vaksinasi nya pun tetap kita jaga. Tinggal beberapa hari raya kurban ini, memang sudah banyak orang ambil atau beli disini, jadi kita tinggal menjaga bagaimana kondisi makan mereka tetap terjaga agar saat hari kurban itu bobotnya naik,” Ujar Kadek Yadnyana.

Kadek juga mengatakan, Idul Adha kali ini peternakan sapi miliknya menyediakan lebih banyak hewan kurban dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan penjualan ini dinilai karena prinsipnya dalam memberikan kepuasan pembeli dengan sapi berkualitas. Pesanan yang terus melonjak, Kadek mengaku telah menjual hingga 100 ekor sapi untuk hewan kurban.

“Kalau yang dikandang ini sekarang semua sudah laku, sudah ada yang punya, ada yang dari kantor, masjid masjid dan ada juga langganan langganan lama yang ambil disini. Setiap tahun kita menyediakan hewan kurban disini, bahkan 6 bulan sebelum kurban kita sudah siapkan memang, kenapa agak lama karena biar kita bisa rawat dengan baik dan bisa kita kontrol kesehatannya,” Jelas Kadek.

Sementara untuk pakan ternak, Kaden mengaku telah menyiapkan 3 hektar rumput gajah atau rumput odot sebagai pakan hijau. Bahkan, ternak sapi miliknya rutin diberikan air bercampur dedak dan garam.

Dibalik kesuksesannya dalam mengembangkan peternakan sapi, Kadek mengungkapkan bagaimana dirinya mengatur waktu dengan tugas dan kewajibannya sebagai prajurit TNI.

“Biasa kalo bagaimana saya dibantu sama ponakan dan kaka saya, kalau pas hari libur saya stok makanannya, saya cari yang banyak dan kalau pas saya dinas pagi ada ponakan saya bersihkan kandangnya dan kasih makan pagi. Tapi kalau sore habis pulang kantor ya aktivitas saya di kandang ini untuk membersihkan dan memberikan makan,”tutur Kadek.

“Jadi waktu itu kita bisa bagi sesuai keadaan, misalnya ada kegiatan mendadak di kantor ya saya utamakan dulu kegiatan kantor,” pungkasnya.

Tim Liputan Dulohupa